Minggu, 15 Juni 2008

Kekasih yang tak dianggap

aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
akulah bintang yg hilang ditelan kegelapan

selalu itu yg kau ucapkan padaku

reff:
sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah

aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan

repeat reff

sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah

repeat reff


----

Aku denger lagu ini waktu perjalanan pulang dari Lampung.
Jlebb... daleeemmmm banget

*ngetiknya sambil sobbing*

Kamis, 17 April 2008

Gape menulis lewat yahoo answer

Aku ini termasuk orang yang merasa gak berbakat menulis.
Hal ini sangat ironis mengingat sebagai orang yg dulunya kuliah jurnalistik.
Tapi ini memang kenyataan tidak menyenangkan yang harus aku jalani,
sampe kerja pun banting setir ke IT dan ndilalah sekarang malah jadi
sekretaris VP.

Kebuntuan otakku dalam menulis ini sebenarnya sudah terasa dari jaman
kuliah dulu. Makanya sampe sekarang efeknya masih terasa, blog-ku jauh
dari gegap gempita tulisan menarik.

Mendadak beberapa minggu yang lalu hal ini berubah. Aku jadi gemar
mengikuti dan menjawab di salah satu feature yahoo.
Pasalnya di feature yang mirip forum ini kita menerima kredit real
berupa penilaian. Tiap jawab soal dapat 2 poin, dsb.

Dasarnya orang yang gemar kompensasi, "karirku" disana lumayan
melesat, sudah level 2 dan sebentar lagi naik level.

Terimakasih yahoo answer, kau melatih gaya tulisanku lebih baik. Buat
yang belum tau, silahkan cek dan coba sendiri di
http://id.answers.yahoo.com untuk bahasa indonesia dan
http://answers.yahoo.com untuk bahasa inggrisnya.

Selasa, 15 April 2008

Lidahmu harimaumu

Hari ini bisa lumayan santai. Jam 2 kabur dari kantor, alesannya sih
ngurus account speedy ke plasa telkom.
Lepas dari kantor hati gembira ria.

Sayangnya ada sedikit noda. Taksi yang aku naiki ternyata pak supirnya
gak ramah. Masa baru naik, terus terciptalah pembicaraan berikut:
Aku: Pak, plasa telkom yg di supomo tau gak?
Supir: nggak tuh.
(Berhubung nama taksi ini ctkup terkenal karena supirnya rata-rata
udah senior, aku terusin pertanyaan basa-basinya)
Aku: baru ya pak? (Maksudnya bawa taksi)
Supir: ya nggak lah, tapi masa ngapalin telkom, kalo hotel gede tuh
saya tau semua

Gubrak!
Aku terbengong-bengong denger jawaban si bapak supir. Wong nanya
baik-baik kok dia jawabnya rada nyolot gitu.
Jadilah karena bete, alih-alih ngajak ngomong si supir, seperti
biasanya, aku memilih sibuk dengan hpku.

Tiba ditujuan, aku gak punya uang pas (seharusnya 16rb, tapi aku kasih
50-an. Si supir, lagi-lagi dengan gaya nyebelin, menyatakan gak ada
kembalian dan minta aku untuk nukerin uang.
Daripada berkepanjangan, aku minta aja kembalian seadanya.
Sebelum turun, aku sempet ngomong supaya dia bisa lebih sopan. Bonus
buat si supir, kubanting pintunya dengan sekuat tenaga (saking emosi)
hehehe...

Pelajaran berharga yg bisa kuambil, beruntung bapak itu jadi supir
taksi. Kalan dia jadi penjaga toko pastinya orang gak mau balik
membeli di tokonya.
Pelajaran kedua, orang sangat peduli terhadap kualitas dan service.
Jadi aku gak boleh menyepelekan pelanggan.

Jakarta, 15 apr '08

Minggu, 23 Maret 2008

Awas tertipu adwords google warning

Hari ini aku geram segeram-geramnya.
Gimana gak geram, kerjaan yang bertumpuk selewat long weekend aja belum selesai semua, kok ndilalah masku forward imel warning dari adwords-nya google yang bilang ada masalah sama pembayaranku.

Seumur-umur domain dan webhost-ku jadi dan terus diperpanjang (tapi gak pernah di-update isinya hehehe), belum pernah tuh yang namanya register untuk adwords.
Buat apa, kupikir. Wong punya situs 1 biji yang gak terlalu menarik isinya, orang pasti males buka address-nya.
Pikir-punya pikir (sambil terus ngerjain tugas-tugas yang terus numpuk), aku klik aja link yang ada di "body" imel itu. Syukur walhamdulillah, browser-ku yang cuanggih (Firefox/2.0.0.11;MEGAUPLOAD 1.0) mendeteksi adanya ketidak beresan.


Buat kawan-kawan yang lain, harap berwaspada jika mendapat email serupa.
Email itu sangat mengecoh, terlihat seolah-olah system-nya google yang auto send, padahal kalo kita termakan tipuan ini, dijamin alamat email yang kita gunakan untuk mendaftar adsense/adwords itu bakal disikat sama dia.

Waspadalah waspadalah!!!

Jumat, 29 Februari 2008

Bunga tercantik

Pagi ini ryan memberi mama hadiah, bunga tercantik yang pernah mama
liat. Walau hasil metik dari pohon milik orang, tapi mama tau niat
kamu baik.
Gak lupa setelah mama kasih tau lain kali gak boleh petik tanpa ijin,
mama peluk ryan.
Terimakasih, nak.

Jumat, 01 Februari 2008

Dimanakah kemanusiaan?

Jakarta waspada. Hujan hari ini membawa derita dan bahagia.
Derita karena hujan berlebihan = banjir. Tapi banyak juga yang
bahagia, contohnya aku, karena kantor memperbolehkan pegawainya pulang
jam 2.

Tapi kesenangan berganti kebingungan, busway koridor VI gak
beroperasi, padahal aku dah susah-susah menerobos genangan air
setinggi 20cm di sekitar lampu merah kuningan.
Akhirnya aku balik arah menuju mampang, harus dengan menerobos banjir
lagi pastinya.

Musibah atau keadaan yg tidak mengenakkan seringkali menyebabkan kita
melewati rasa kemanusiaan, maksudnya hal-hal yg mungkin kita tak
pernah pikirkan pada saat normal.
Secara logika, aku gak akan mau berjalan sejauh wisma mulia - timah -
mampang, apalagi melewati genangan air dgn standar kebersihan yg tidak
memadai (halah!). Tapi kok ya buktinya ini bisa.

Di sebuah halte yang kulalui, kulihat seorang lelaki yg sedang duduk
menunduk sambil mendekapkan kedua tangan ke badannya. Asumsiku dia
sedang menunggu di halte itu dan berusaha menepis dingin.
Makin dekat kuamati, badannya yang menggigil, wajahnya yang tertunduk
membiru dan kakinya yg pucat seperti terendam air dalam waktu lama.
Terlintas dalam benakku untuk memberikan jaket yg kugunakan.
Makin dekat, kebimbangan semakin memuncak. Kuurungkan niat memberikan
jaket, karena dalam suasana hari ini juga membutuhkan pelindung dari
dingin.
Laki-laki menggigil di halte itu akhirnya kulewati, dan aku masih
dengan jaketku, bertahan menggunakannya dalam kebimbangan.
Saat itu apakah aku bukan manusia? Rasanya begitu. Kemanusiaanku
dikalahkan oleh hujan.

Brigif III, 1 feb '08