Tampilkan postingan dengan label Bontang City. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bontang City. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Juni 2010
Pemandangan Indah di Kota Bontang
Anda terpesona dengan pemandangan ini?? Silahkan datang ke kota Bontang untuk menikmati pemandangan-pemandangan di atas yang sebenarnya. Welcome....
Senin, 07 Juni 2010
Pulau Beras Basah, Keelokan Pantainya Sungguh Menggugah
Menikmati Kesendirian tanpa Kesepian
Mercusuar itu masih berdiri tegak di Pulau Beras Basah. Pantainya yang berpasir lembut masih memesona dengan air laut yang sebening kristal. Penggemar fotografi juga menganggapnya sebagai sasaran bidik yang mengundang. Tapi, Pula Beras Basah sesungguhnya sedang gelisah.
PULAU Beras Basah -atau disebut juga Sand Island- tercatat sebagai salah satu tujuan wisata yang cukup dikenal di Bontang, Kalimantan Timur. Karena jaraknya kurang dari sejam perjalanan dengan speed boat, pulau kecil nan elok itu sudah lama jadi sarana rekreasi andalan karyawan kilang gas PT LNG Badak.
Pengunjung dari luar Kalimantan bisa memanfaatkan jalur penerbangan ke Balikpapan yang cukup ramai. Dari Balikpapan, pengunjung naik bus ke Bontang. Dengan waktu perjalanan sekitar lima jam, tarif bus AC Balikpapan-Bontang sekitar Rp 85 ribu. Jika dari Samarinda, perjalanan cukup dua jam dengan ongkos bus Rp 20 ribu.
Tiba di Bontang, pengunjung bisa langsung ke Pelabuhan Tanjung Laut. Dari sana, tidak sulit menemukan kapal yang siap membawa kita ke Beras Basah. Tarif sewa kapal Rp 300 ribu-Rp 400 ribu. Satu kapal bisa memuat 10 penumpang. Hanya perlu 40 menit dari pelabuhan untuk sampai ke Pulau Beras Basah.
Yang perlu diingat, jangan lupa membawa bekal. Sebab, kita tidak akan menemukan warung makan-minum di Pulau Beras Basah. Penginapan juga tidak ada.
Pengunjung pulau itu biasanya memang tidak menginap. Mereka datang untuk menikmati hamparan pasir putihnya yang lembut, air lautnya yang bening berkilat seperti kristal, atau mercusuar setinggi 15 meter yang berdiri tegak di sana. Bagi penghobi fotografi, mercusuar yang tegak dalam kesendirian itu seolah menantang untuk diabadikan.
"Saya tertarik saat melihat posisi tegak mercusuar di Pulau Beras Basah. Saya menggunakan lensa wide untuk mendapatkan kesan dramatis dengan posisi low angle," tutur Taufiqurakhman, Kabid Statistik Bappeda Bontang yang juga dikenal sebagai fotografer.
Pulau Beras Basah berada di Selat Makassar. Letaknya cukup strategis di antara kawasan kilang PT LNG Badak dan Pulau Segajah yang muncul saat laut surut dan menghilang saat laut pasang.
Pulau Beras Basah berjarak sekitar tujuh kilometer arah selatan Kota bontang dengan hamparan Selat Makassar di sekelilingnya. Cukup jauh untuk menikmati privasi, tapi tak cukup jauh untuk merasa terisolasi. Pulau itu menawarkan lokasi yang pas bagi mereka yang ingin lepas dari rutinitas sehari-hari.
Menurut cerita warga, nama Pulau Beras Basah muncul saat kapal besar yang membawa beras dari Sulawesi diterjang ombak besar. Khawatir tenggelam, awak kapal menurunkan muatan di pulau tersebut dan menjadi basah. Sebutan Pulau Beras Basah dipakai orang sejak saat itu.
Tidak jelas apakah pernah ada perkampungan di pulau tersebut. Yang jelas, saat ini Pulau Beras Basah hanya dihuni satu keluarga nelayan. Pengunjung Pulau Beras Basah juga tidak seramai dulu.
"Pulau ini pernah ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara pada 1990-an. Tapi, sejak 2000, pulau ini seolah kian terlupakan," kata Samnur, satu-satunya nelayan yang tinggal di Pulau Beras Basah.
Sebagai penghuni yang telah 33 tahun tinggal di Pulau Beras Basah, Samnur menilai pulau tersebut menyimpan sejuta potensi alam yang layak dikembangkan menjadi objek wisata andalan. Sayang, pulau cantik itu seolah lepas dari perhatian pemkot. Jangankan membangun fasilitas baru, mercusuar yang ada pun tak terawat. Kini, sebagian dinding bangunan setinggi 15 meter tersebut jebol.
Yang lebih mengkhawatirkan, luas Pulau Beras Basah terus mengerut akibat abrasi. Dua tiga tahun lalu, luas pulau tersebut diperkirakan 1,5 hektare. Kini, luas pulau itu paling tinggal satu hektare. "Kalau dibiarkan, bisa-bisa pulau ini tinggal kenangan. Terkikis sejengkal demi sejengkal, hilang ditelan ombak," keluhnya.
Sumber; Jawa Pos
Minggu, 30 Mei 2010
Kelurahan Lok Tuan
Lok Tuan adalah salah satu kelurahan yang terletak di utara Kota Bontang, dan merupakan bagian dari kecamatan Bontang Utara. Secara geografis, Lok Tuan terletak di 0.169° LintangUtara dan 117.477° Bujur Timur serta berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah timur. Kelurahan yang jumlah penduduknya terbesar di Kota Bontang ini bersebelahan dengan perusahaan besar berskala BUMN yaitu PT Pupuk Kaltim yang menghasilkan pupuk Ureadan Amoniak serta kawasan industri Kaltim Industrial Estate. Dengan jumlah rukun tetangga sebanyak 51 RT, Loktuan merupakan wilayah yang sempit. Namun demikian, keberadaan pelabuhan nasional yang dibuka di wilayah kelurahan ini diharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Loktuan di masa mendatang.
Secara historis, berdasarkan keterangan tokoh masyarakat setempat, kelurahan ini dahulunya merupakan wilayah berbukit yang memiliki jalur pantai bakau dengan bibir pantai terletak kira-kira di sekitar area SDN 004-009 saat ini. Pantai bakau ini membentuk teluk yang merupakan sambungan dari Teluk Lempake dan Teluk Sekatup Indah. Teluk ini di kemudian hari diberi nama "Telok Tuan" oleh pencari ikan dan udang pape dari Bontang Kuala dikarenakan Teluk ini pernah disinggahi oleh bule/pembesar asing (para nelayan menyebut orang asing sebagai "Tuan"). Uniknya, pemberian nama ini memiliki keterkaitan dengan kepercayaan masyarakat Kutai yang mendiami wilayah Lempake bahwasanya "Telok Tuan" dijaga oleh makhluk halus berwujud bule (masyarakat Kutai juga menyebut makhluk halus ini sebagai "Tuan"). Tahun 1970-an merupakan awal dibukanya Loktuan oleh perusahaan-perusahaan kayu asing. Dimulai oleh STC (Southern Timber Company), hingga yang terakhir digarap oleh PT.Kayu Mas, Loktuan mengalami perubahan pesat. Telok Tuan di kemudian hari diuruk dengan tumpukan kayu bersusun yang lantas ditimbun dengan pasir dorongan dari wilayah berbukit di atas teluk tersebut. Menurut keterangan tokoh masyarakat Loktuan, di bawah Jl.RE Marthadinata saat ini masih banyak terdapat tumpukan kayu yang ditimbun tersebut. (Sumber: Wikipedia)
Minggu, 11 April 2010
Bontang City
Saya akan menulis sedikit tentang seluk beluk kota ini
Botang berasal dari kata Bon dan Tang (sepertinya tidak usah permasalahkan nama kota ini, saya juga kurang tahu apa makna dari nama kota ini).
Walaupun kota ini tergolong kota yang kecil, tetapi di kota ini terdapat dua perusahaan besar yaitu LNG Badak (Penghasil gas LPG) dan PT> Pupuk (namannya aja PT. pupuk tentu penghasilannya pupuk donk) dan beberapa perusahaan besar lainnya. Kota ini tidak memiliki tempat wisata yang terkenal, akan tetapi kota ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu jauh dari polusi udara karena dikelilingi oleh pohon-pohon yang lebat. Berbeda dengan kota-kota besar yang jarang sekali di temukan pepohonan dan tentu udaranya tercemar oleh kendaraan-kendaraan lalu lintas.
Biasanya, para pengunjung (luar pulau) yang ingin berkunjung ke kota ini, terlebih dahulu singgah di kota Balikpapan atau Kota Samarinda (ibu kota Kaltim) selanjutnya melanjutkan perjalanan kekota ini dengan menempuh perjalanan sekitar 120 kilometer dari Kota Samarinda, mungkin perjalan ini akan sedikit menambah pengalaman bagi Anda yang belum pernah datang ke kota ini, kenapa demikian?? karena Anda akan melewati jalan yang berliku-liku (yang tidak biasa menempuh perjalan seperti ini diharapkan untuk meminum antimo atau mempersiapkan kantong plastik, bukan iklan loh.....). Tetapi klo perjalanannya di nikamati dengan menikmati pemandanagn hutan disamping kiri kanan jalan, perjalanan akan terasa lebih enjoy.
Kota ini memiliki beberapa daerah salah satunya adlah kecamatan Loktuan (terdengar aneh ya), di daerah ini terdpat pelabuhan yang sedang di renovasi dan mungkin akan menjadi pelabuhan yang indah.
Semboyan Kota Bontang adalah "Kota TAMAN": "Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, dan Nyaman"., karena kota ini memang khas dengan pepohonannya. Penasaran dengan kota Bontang?? silahkan Anda mengunjungi kota ini, kotanya damai, tentram dan penduduknya berasal dari berbagai daerah, tetapi yang paling dominan berasal dari sulawesi dan jawa. Selamat datang di kota Bontang
Langganan:
Postingan (Atom)













