Tampilkan postingan dengan label News info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News info. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Januari 2014

Istri Cantik, Perlukah?


berjilbab“Wanita cantik memang relatif, tapi kalau jelek itu mutlak!” Demikianlah bunyi sebuah joke klise yang tidak tepat alias ngawur. Lho, kok ngawur? Ya, sebab pada dasarnya segala yang Allah ciptakan itu bagus dan indah. Allah berfirman:

“Dialah yang membaguskan segala sesuatu yang Dia ciptakan.” (QS. As-Sajdah [32]: 7)

Nabi ` bersabda:

“Segala ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla itu indah.” [Riwayat Ahmad dan ath-Thabr?ni, serta dinyatakan valid oleh Syaikh al-Alb?ni]

Hanya saja, keindahan fisik yang Allah berikan kepada masing-masing individu itu beraneka ragam dan bertingkat-tingkat. Keanekaragaman dan tingkatan itulah yang kemudian didefinisikan sebagai jelek, cantik atau tampan. Tipe dan model yang begini disebut sebagai cantik, dan model yang begitu disebut jelek. Pada dasarnya, yang demikian itu hanyalah diversifikasi dan pembedaan bentuk. Bayangkan sekiranya seluruh manusia itu memiliki wajah dan postur yang sama. Repot kan?

Adalah fithrah manusia untuk menyukai segala hal yang indah. Karena itu, merupakan hal yang lumrah apabila seorang lelaki mencari wanita yang menurutnya indah atau cantik. Terkadang kita jumpai sikap berlebihan (ghuluww atau ifr?th) di kalangan sebagian aktivis, bahwa seolah-olah menjadikan kecantikan sebagai salah satu parameter dalam memilih pasangan hidup merupakan ‘dosa’ atau perbuatan tercela. Sebagian mereka juga ‘pasrah’ begitu saja apabila dijodohkan oleh pembimbing agama mereka (murabbi). Sikap semacam ini tentu saja bukan merupakan sikap yang tepat atau harus dilakukan. Sayangnya, ini masih cukup sering terjadi.

Sesungguhnya Islam adalah agama yang mudah (yusr) dan toleran (samhah). Islam mengakomodir keinginan dan kebutuhan manusia. Hanya saja, Islam memberi batasan dan aturan dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan tersebut, untuk mencegah terbukanya pintu-pintu kerusakan.

Islam mengakomodir fithrah dan naluri manusia untuk menyukai lawan jenisnya. Karena itu Islam membolehkan bahkan menganjurkan menikah, serta menafikan dan melarang sikap membujang (tabattul). Namun, di sisi lain, Islam mengecam keras perbuatan zina, yang mengakibatkan hancurnya tatanan sosial dalam masyarakat.

Demikian pula halnya dalam memilih pasangan hidup. Islam mengakomodir apabila seorang pria membutuhkan wanita cantik sebagai pendamping hidupnya, selama proses yang dijalankan tidak bertentangan dengan syariah. Jika seseorang suka makan gado-gado dan tidak suka makan bakso, maka jangan dipaksa untuk makan bakso, bukankah begitu?

Pemaksaan ‘selera’ dalam kehidupan rumah tangga dampaknya bisa sangat fatal, yaitu berupa ketidakharmonisan hubungan suami istri dan lain-lain. Sebagian orang menyatakan bahwa rumah tangga yang tidak harmonis termasuk ‘neraka dunia’. Sayangnya, ada muslimah yang kurang menyadari hal-hal tersebut. Jika ada ikhw?n melakukan nazhar (melihat calon pasangan) dalam proses ta`?ruf (saling mengenal sebelum pernikahan) lalu proses tersebut gagal karena sang muslimah dinilai belum memenuhi kriteria secara fisik, maka jadilah si ikhw?n jadi bahan celaan. Padahal, seharusnya si akhwat tersebut berlapang dada. Sebab, jika proses tersebut dipaksakan berlanjut ke jenjang pernikahan, maka besar kemungkinan akan terjadi ketidakharmonisan dalam rumah tangga, yang dapat berbuntut perceraian.

Meskipun demikian, sikap semata-mata mencari kecantikan (beauty oriented) juga kurang tepat. Sebab, sekedar pasangan cantik tidak menjanjikan kebahagiaan. Faktor paling krusial dalam kebahagiaan rumah tangga adalah akhlak dan keshalihan dalam beragama. Ini adalah realitas yang tidak akan dipungkiri oleh mereka yang telah mengecap kehidupan rumah tangga.

Dari Ab? Hurairah, Nabi ` bersabda,

“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena martabatnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah engkau mendapat wanita yang baik agamanya agar engkau beruntung dan tidak merugi.” [Riwayat al-Bukh?ri.]

Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam memahami hadits ini:

Pendapat Pertama: Hadits ini menunjukan bahwa seorang pria dianjurkan/disunnahkan untuk mencari istri dengan memperhatikan empat kriteria tersebut (harta, martabat, kecantikan dan agama). Ini adalah pendapat yang dipilih oleh al-H?fizh Ibn Hajar. Beliau berkata, “Sabda Nabi `: ‘karena kecantikannya‘ merupakan dalil bahwa dianjurkan untuk menikahi wanita yang jelita. Kecuali jika terjadi kontradiksi antara wanita yang cantik jelita namun tidak shalih dan wanita yang shalih namun tidak cantik jelita (maka diutamakan yang shalih meskipun tidak cantik). Jika keduanya sama dalam hal keshalihan maka yang cantik jelita lebih utama (untuk dinikahi)….” [Lihat al-Fath, vol. IX, hal. 135].

Pendapat Kedua: Hadits tersebut hanya menyebut realitas yang terjadi di masyarakat, bahwa wanita dinikahi karena empat kriteria tadi. Dan kriteria yang dianjurkan dalam menikahi wanita hanyalah karena kebaikan agamanya. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Imam an-Nawawi. [Lihat al-Minh?j Syarh Shah?h Muslim Ibn al-Hajj?j, vol. X, hal. 51-52. Pendapat ini telah diisyaratkan oleh asy-Syaukani dalam an-Nail vol. IX, hal. 234.]

Imam Ibn Qud?mah berkata, “Hendaklah ia memilih wanita yang cantik jelita agar hatinya lebih tentram serta ia bisa lebih menundukkan pandangannya dan kecintaannya (mawaddah) kepadanya akan semakin sempurna. Karena itulah disyari’atkan nazhar (melihat calon istri) sebelum dinikahi. Diriwayatkan dari Ab? Bakr Ibn Muhammad Ibn `Amr Ibn Hazm dari Rasulullah `, bahwa beliau bersabda,

“Para wanita itu ibarat mainan, maka jika salah seorang dari kalian hendak mengambil sebuah mainan maka hendaknya ia memilih mainan yang baik (yang cantik).” [Hadits ini dinyatakan tidak valid oleh Syaikh al-Alb?ni dalam adh-Dha’?fah no. 462. Lihat al-Mughn? vol. VII, hal. 82.]

Imam al-Mun?wi berkata, “Jika pernikahan disebabkan dorongan kecantikan maka pernikahan ini akan lebih langgeng dibandingkan jika yang mendorong pernikahan tersebut adalah harta sang wanita, karena kecantikan adalah sifat yang senantiasa ada pada sang wanita adapun kekayaan adalah sifat bisa (lebih mudah) hilang dari sang wanita.”

Namun, sebagian Salaf tidak suka untuk menikahi wanita yang terlalu cantik. Imam al-Mun?wi berkata, “Salaf membenci wanita yang terlalu cantik karena hal itu (dapat) menimbulkan sikap kesewenangan pada diri wanita, yang akhirnya mengantarkannya kepada sikap perendahan sang pria.”[Faidhu'l Qad?r vol. III, hal. 271.]

Ada hadits yang menunjukan larangan menikahi wanita karena motivasi selain agama. Dari Abdu’Llah Ibn `Amr, Nabi ` bersabda

“Janganlah kalian menikahi para wanita karena kecantikan. Sebab bisa jadi kecantikan menjerumuskan mereka dalam kebinasaan. Dan janganlah kalian menikahi para wanita karena harta, karena bisa jadi harta menjadikan mereka berbuat hal-hal yang melampaui batas. Namun nikahilah para wanita karena agama mereka. Sesungguhnya seorang budak wanita yang hitam dan terpotong sebagian hidungnya dan dengan telinga yang berlubang namun agamanya baik itu lebih baik (untuk dinikahi).” [Riwayat Ibn M?jah, al-Bazz?r dan al-Baihaqi.]

Namun hadits ini tidak valid, tidak dapat dijadikan hujjah. [Sebagaimana dinyatakan oleh Syaikh al-Alb?ni dalam adh-Dha’?fah vol. III, hal. 172, dan Dha?'fu'l J?mi` no. 6216.]

Penting untuk diperhatikan, sebaiknya seorang pria menanyakan atau mencari tahu tentang kecantikan calon istri sebelum agamanya. Imam Ahmad berkata, “Jika seseorang ingin meminang seorang wanita maka hendaklah yang pertama kali ia tanyakan adalah kecantikannya. Jika dipuji kecantikannya maka ia bertanya tentang agamanya. Jika kecantikannya tidak dipuji maka ia menolak wanita tersebut bukan karena agamanya namun karena kecantikannya.” [Syarh Muntah?'lIrad?t, vol. II, hal. 623.]

Perkataan Imam Ahmad tersebut menunjukan tingginya fiqh dan pemahaman beliau. Sebab jika yang pertama kali ditanyakan adalah tentang agama si wanita, lalu dikabarkan kepadanya bahwa yang bersangkutan adalah wanita yang shalih, akan tetapi kemudian setelah dilihat ternyata secara fisik si wanita jauh di bawah harapan si pria, sehingga ia tidak jadi menikahi wanita tersebut, maka berarti si pria telah meninggalkan wanita tersebut padahal ia telah mengetahui bahwa wanita itu adalah wanita yang shalih.

Namun sekali lagi penting untuk ditekankan bahwa kecantikan adalah hal yang relatif. (Ingat joke di awal tulisan?) Terkadang seorang wanita sangat cantik menurut pria tertentu, namun ternyata tidak demikian menurut pria yang lain. Di samping itu, kriteria akhlak dan keshalihan agama lebih penting untuk ditekankan.

Ada saudara kita yang berumah tangga dan telah dikaruniai anak. Istrinya cantik. Keturunan Arab. Konon, adalah yang paling cantik di daerahnya dan menjadi idaman para pemuda di lingkungannya. Saudara kita ini merasa bangga bisa mendapatkannya. Namun, pada suatu perbincangan dia bertutur memberikan wejangan. Kira-kira demikian inti ceritanya:

“Kita memang harus percaya dengan hadits Nabi ` tentang dinikahinya wanita karena empat perkara. Benarlah anjuran untuk wanita karena agamanya. Sungguh kecantikan istri kita itu akan memudar atau kita akan merasa terbiasa, bahkan mungkin kita bosan. Setiap saat, setiap hari, kita melihat dan berjumpa dengannya. Akibatnya, kecantikan yang dulu terasa istimewa itu menjadi biasa. Bahkan, tak jarang kita akan melihat bahwa wanita lain terasa jauh lebih cantik darinya. Belakangan ini kami sering bertengkar, terutama ketika ia diingatkan tentang perkara agama. Maka, berusahalah untuk mencari istri yang baik dari sisi agamanya, niscaya akan datang ketenangan dan kebaikan dalam rumah tangga.”

Kemudian saudara kita tersebut menuturkan kisah salah seorang sahabatnya yang dikenalkan kepada kebenaran oleh istrinya. Dia begitu setia mengajari dan senantiasa melayani dengan tulus serta ikhlas untuk mengabdi pada sang suami, sehingga tiba suatu masa di mana si istri sampai mengatakan, “Silakan jika ingin ta’addud (poligami). Bila perlu akan saya bantu untuk mencarikan.” Ternyata, si suami sama sekali tidak tertarik, karena merasa istri tercintanya tersebut sudah demikian istimewa, sedangkan belum tentu ia akan mendapatkan yang semisal dari istri kedua.

Walhasil, mencari istri cantik itu perlu. Tapi jangan lengah terhadap kriteria lain yang lebih utama, yakni keshalihan dan agama. Kata orang: Kita sedang mencari teman hidup, bukan teman tidur. Menikah itu ‘bersenyawa’, bukan sekedar bersetubuh.

Pada diri manusia ada dua kebutuhan yang harus terpenuhi. Kebutuhan lahir dan kebutuhan batin. Menurut saya, kecantikan itu lebih terkait dengan pemenuhan kebutuhan lahir, sedangkan keshalihan itu lebih terkait dengan pemenuhan kebutuhan batin. Selanjutnya, kecantikan yang lebih bersifat lahir itu erat kaitannya dengan nafsu, sementara keshalihan yang lebih bersifat batin itu erat kaitannya dengan cinta dan kasih sayang. Idealnya, kebutuhan lahir dan batin, cinta dan nafsu, terkumpul dalam diri satu orang yang bernama ‘istri’.

Akhirnya, saya tutup tulisan ini dengan kata orang: “Untuk istri pertamamu, maka carilah wanita yang benar-benar mengerti agama. Sebab dengan demikian engkau tidak akan kesulitan untuk mencari istri kedua.” He he….

(Adni Kurniawan)


*http://kisahislami.com/istri-cantik-perlukah/

Kisah Taubat Seorang Peragawati Perancis

Febian, seorang peragawati model busana dari Perancis. Ia seorang pemudi yang berusia dua puluh delapan tahun. Saat ia tenggelam dalam ketenaran dan hangar bingarnya duniawi, hidayah Allah menghampirinya.

Sehingga ia menarik diri dan meninggalka dunianya yang gelap itu. Lalu pergilah ke Afghanistan, untuk bekerja pada camp perawatan para mujahidin Afghan yang terluka, di tengah-tengah kondisi yang keras dan hidup yang sulit !

Febian berkata :
“Seandainya, jika bukan karena karunia Allah dan kasih sayang-Nya kepadaku, niscaya hidupku akan hilang di dalam dunia.

Banyak manusia yang mengalami kemunduran seakan mereka adalah binatang, semua keinginannya hanyalah untuk memuaskan hawa nafsu dan tabiatnya yang tidak berharga”.

Kemudian ia menceritakan kisahnya, sebagai berikut :
“Sejak masa kecil, aku selalu bermimpi ingin menjadi perawat yang baik. Bekerja untuk meringankan beban penderitaan pada anak-anak kecil yang sakit. Seiring dengan berjalannya waktu, aku mencapai dewasa.

Mulailah aku merawat kecantikan wajah dan postur tubuhku yang bagus. Semua teman-temanku memberikan dorongan –termasuk keluargaku- agar meninggalkan impian masa kecilku, dan memanfaatkan kecantikan wajahku dalam pekerjaan yang dapat mendatangkan keuntungan materi yang banyak, ketenaran dan gemerlapnya dunia, serta impian apa saja yang menyenangkan, bahkan sekalipun hal-hal yang mustahil diraih.

Jalan untuk menuju itu terasa mudah. Atau memang seperti itulah yang nampak bagiku. Sehingga dengan cepat aku menjadi orang yang terkenal.

Berbagai macam hadiah yang mahal dan belum pernah aku membayangkannya berdatangan silih berganti membanjiri tempatku.

Akan tetapi semua itu harus aku bayar dengan harga yang sangat mahal…..
Untuk mendapatkan itu, aku harus bisa melepaskan diri dari fitrahku sebagai manusia. Syarat kesuksesan dan keberhasilanku itu, harus menghilangkan rasa malu yang selama ini melekat dalam diriku. Menghilangkan kecerdasanku, aku enggan belajar apapun kecuali gerakan-gerakan tubuhku dan alunan musik.

Selain itu, aku juga harus mengharamkan bagi diriku segala makanan lezat , mengkosumsi berbagai multivitamin kimiawi. Obat penambah tenaga dan obat penumbuh semangat. Sebelum itu semua, aku harus menghilangkan naluriku sebagai manusia.

Aku tidak memiliki benci…., tidak memiliki rasa cinta…, tidak memiliki rasa untuk menolak segala sesuatu.

Sungguh! Rumah-rumah model busana itu telah menjadikan diriku seperti patung yang bergerak. Tujuannya hanyalah menyia-nyiakan hati dan akal. Aku dididik menjadi manusia yang dingin, keras, angkuh, hatiku kering. Diriku hanyalah seakan kerangka (badan) yang mengenakan pakaian. Aku menjadi benda mati yang bergerak: tersenyum namun tidak merasa.

Fenomena itu bukan aku saja yang mengalami, bahkan setiap kali seorang peragawati sukses dalam melepaskan dirinya dari sifat kemanusiaannya, nilainya akan bertambah dalam dunia yang dingin, angkuh dan sombong itu. Jika mereka tidak mengikuti pelajaran-pelajaran dalam busana model itu, dirinya pasti dihadapkan dengan berbagai bentuk siksaan jiwa, dan juga jasmani…!

Aku telah berkeliling ke seluruh penjuru dunia sebagai peragawati. Rancangan model busana terbaru dengan semua apa yang ada di dalamnya: tabarruj (berhias ala jahiliyah, mempertontonkan aurat dan sejenisnya), dan tipuan, mengikuti kehendak-kehendak syetan serta menampakkan hal-hal yang menarik dalam diri wanita tanpa rasa gelisah atau malu”.

Febian melanjutkan ceritanya, dan berkata,

“Selama itu, aku tidak pernah merasakan keindahan model pakaian yang terbalut di atas badanku yang kosong, kecuali udara dan kerasnya hati. Pada saat itu aku merasakan pandangan mereka yang merendahkan terhadap diriku sebagai manusia. Mereka hanya menghargai terhadap apa yang aku kenakan dan gerakan tubuhku. Setiap aku bergerak dan berlenggok, mereka selalu berkata, “Seandainya.” Setelah masuk Islam, aku baru tahu bahwa kalimat ‘seandainya’ hanyalah membuka pintu perbuatan syetan. Sungguh, hal itu adalah benar, karena kami telah hidup di alam kehinaan dengan segala dimensinya.

Celakalah, bagi orang yang mengalaminya dan berusaha cukup dengan pekerjaannya saja”.

Mengenai perubahan Febian yang drastis, dari kehidupan berfoya-foya dan sia-sia menuju kehidupan yang lain (berkah), dia berkata,

“Saat itu, kami sedang dalam perjalanan di Beirut yang hancur. Di tengah kehidupan yang carut marut itu, aku melihat banyak orang sedang membangun hotel-hotel berbintang dan rumah-rumah yang megah. Kemudian aku melihat sebuah rumah sakit anak-anak di Beirut. Aku tidak sendirian, ada beberapa teman wanitaku dari patung-patung manusia. Mereka cukup melihat tanpa ada rasa peduli, seperti kebiasaanya. Tetapi dalam masalah ini, aku tidak bisa sama dengan mereka.

Sungguh- melihat kenyataan itu, pada detik itu pula, terasa hilang kepopuleran, kemuliaan dan kehidupanku yang palsu. Lalu aku menuju anak-anak kecil yang sakit, berusaha menyelamatkan mereka yang masih hidup. Aku tidak kembali kepada teman-temanku di hotel, padahal disana kamera sedang menantiku.

Setelah hari itu, mulailah perjalananku dengan membawa misi kemanusiaan, hingga aku menemukan jalan menuju cahaya hidayah, yaitu Islam.

Aku tinggalkan kota Beirut, lalu aku pergi ke Pakistan. Saat di perbatasan Afghanistan, sungguh aku merasakan hidup yang sebenarnya, aku belajar bagaimana menjadi manusia.

Selama delapan bulan aku di sana, membantu keluarga yang kesusahan karena perang. Aku merasa hidup bahagia bersama mereka. Mereka memperlakukan aku dengan baik. Sejak aku memeluk Islam, kebahagiaanku semakin bertambah. Aku rela ia sebagai agama dan undang-undang dan sistem kehidupanku. Dan, aku juga rela hidup bersama keluarga wanita Afghanistan dan Pakistan, dan cara mereka yang religius dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Kemudian aku mulai belajar bahasa Arab, yaitu bahasa al-Qur’an. Dalam hal ini, aku telah berhasil mendapatkan kemajuan yang berarti, padahal dahulu aku adalah seorang peragawati.

Dengan ilmu itu, kehidupanku sejalan dengan landasan-landasan Islam dan kerohaniannya”.

Kemudian, Febian menuturkan respon negative dari rumah-rumah busana model dunia itu, setelah ia mendapatkan hidayah. Mereka berusaha dengan berbagai upaya menghalanginya dengan tekanan-tekanan materi secara intensif.

Mereka mengirim barang-barang berharga yang berlipat ganda melebihi dari gajinya setiap bulan, bahkan hingga tiga kali lipat. Mereka selalu mengirimkan berbagai macam hadiah yang mahal kepadanya, agar dia kembali kepada kehidupan semula dan keluar dari Islam.

Namun dia selalu menolaknya.

Dia melanjutkan dengan ceritanya,

“Akhirnya mereka berhenti membujukku. Tetapi mereka terus berusaha untuk membuat jelek diriku didepan keluarga wanita Afghanistan. Mereka melakukan itu dengan menyebarkan sampul-sampul majalah yang bergambar diriku saat pekerjaanku masih menjadi peragawati. Mereka menggantungkannya di jalanan, seakan-akan mereka merasa tersiksa dengan taubatku. Itu mereka lakukan agar terjadi fitnah antara aku dan keluargaku yang baru, tetapi keinginan mereka itu sia-sia, Alhamdulillah.”

Febian memandang tangannya dan berkata,

“Aku tidak pernah menyangka, tanganku yang selama ini selalu ku jaga kehalusannya, aku gunakan untuk pekerjaan yang sulit ini di tengah-tengah gunung. Tetapi kesulitan ini menambah kesucian tanganku, dan Insya Allah akan ada balasan yang baik disisi Allah subhanahu wata’ala, Insya Allah”.

Sumber: Majalah Qiblati Vol.01/ No. 08 , hal 80-84

Bagi Muslim Italia, Cara Indonesia Lebih Cocok Dari Pada Cara Arab

Komunitas Muslim Italia - inet (Foto: cdn.ar.com)
Komunitas Muslim Italia – inet (Foto: cdn.ar.com)

dakwatuna.com – Madinah.  Komunitas muslim di Italia  mengagumi cara orang Indonesia dalam menyebarkan agama Islam.  Mereka ingin meniru apa yang dilakukan oleh orang Indonesia untuk mengenalkan Islam di Italia.

Wakil Ketua Italian Islamic Religious Community sekaligus Ketua Dewan ISESCO (Islamic Education, Scientific, and Culture Organization) Eropa Yahya Sergio Yahe  Pallavicini mengatakan, cara yang dilakukan oleh orang Indonesia sejak ratusan tahun lalu untuk menyebarkan Islam sangat menarik.

Dalam menyebarkan agama Islam, orang Indonesia menggunakan pendekatan budaya. “Ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang bijak, bisa melakukan pendekatan terhadap orang yang belum Islam melalui cara budaya lokal. Ini memberikan keuntungan pada orang yang belum memeluk Islam,” kata Yahya di sela acara Konferensi Islam Khusus Menteri  Kebudayaan yang diselenggarakan oleh ISESCO  di Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/1).

Menurut Yahya, cara yang dilakukan oleh orang Indonesia dalam menyebarkan agama Islam berbeda dengan orang Arab.  Ia sudah bertahun-tahun mempelajari bagaimana penyebaran dan pengembangan agama Islam yang dilakukan oleh Indonesia dan Arab. “Arab bagus karena tempat lahirnya Islam.
Tapi tidak mudah jika cara-cara Arab diimplementasikan di Italia,” kata Yahya. Karena itu, ia menilai cara yang dilakukan oleh Indonesia dalam menyebarkan dan mengembangkan agama Islam lebih cocok dikembangkan di Italia. Karena, terkadang  orang non muslim di Italia tidak menyukai cara-cara yang dilakukan orang Arab dalam memperkenalkan agama Islam.

“Kami ingin meneruskan apa yang telah dilakukan oleh Indonesia ke Italia. Di mana, cara itu akan bisa membuka pikiran orang Italia terhadap Islam,” kata Yahya. Yahya menyatakan kekagumannya kepada penyebaran dan perkembangan agama Islam di Indonesia itu setelah mendengarkan pemaparan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia M Nuh.

Di mana, Nuh menceritakan bagaimana Sunan Kalijaga, salah satu dari Walisongo, yang menyebarkan agama Islam melalui pendekatan budaya. Nuh mengatakan,  kebudayaan memiliki tiga aspek. Yaitu, ekspresi (permukaan), substansi, dan nilai. Menurutnya, orang sering kali terjebak di ekspresi atau hanya kulit luarnya saja.

“Nah apa yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga itu, tidak  begitu menganggap penting kulit luarnya saja, tetapi yang paling penting adalah substansi dan nilai dari ajaran Islamnya,” kata Nuh yang memaparkan dalam bahasa Inggris.

Menurutnya, dengan cara seperti itu, perpindahan orang Indonesia di zaman dulu dari Hindu dan Budha ke Islam, melalui cara-cara perdamaian yaitu kebudayaan. Sehingga, tak ada dendam yang muncul dari orang Hindu dan Budha kepada umat Islam di Indonesia saat ini. Hal tersebut berbeda dengan penyebaran Islam di Cordoba, Spanyol.

Saat Islam masuk, seluruh kebudayaan lokal dihapus tradisinya. Yang tersisa hanya bangunan fisiknya saja. Sehingga, begitu Islam dikalahkan, maka sisa-sisa ajaran Islam pun diberangus habis. “Ibaratnya, kalau orang yang berkuasa melalui kudeta, nanti kalau jatuhnya juga dengan di kudeta,” kata Nuh.   (rol/sbb/dakwatuna)

AS Izinkan Tentara Muslim Bersorban dan Panjangkan Janggut

Wajah-wajah baru Perwira Militer AS - inet (Foto: viva.co.id)
Wajah-wajah baru Perwira Militer AS – inet (Foto: viva.co.id)
dakwatuna.com – New York. Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, mengizinkan personel angkatan bersenjata negeri Paman Sam itu untuk mengenakan atribut yang melekat dengan kepercayaan dalam beragama seperti sorban, kupluk, janggut maupun tato.

Kebijakan baru yang diterapkan mulai Rabu (22/1) itu berlaku untuk semua agama yang dianut para anggota militer AS.

Menurut laman BBC, dengan regulasi baru itu maka tentara, marinir, pelaut dan penerbang yang beragama Islam, Sikh, Yahudi dan Wicca dimungkinkan meminta pengecualian terhadap kewajiban memakai seragam militer yang ketat dan kebijakan perawatan diri. Namun, permohonan itu akan dievaluasi secara individual dan bisa ditolak jika atributnya dianggap menghambat gerak anggota militer dalam mempersiapkan diri.
“Suksesnya pelaksanaan misi, kohesi unit, ketertiban dan kedisiplinan akan dievaluasi berpengaruh atau tidak dalam pekerjaannya,” kata Letnan Komandan Nate Christensen.

Lebih jauh dikatakan, permohonan untuk memanjangkan janggut dan pakaian khusus lainnya dapat ditolak jika dinilai berpotensi membahayakan prosedur keamanan operasional maupun persenjataan militer seperti helm atau masker pelindung.

Menurut statistik yang dilansir NBC News, di militer AS saat ini terdapat hampir 3.700 pasukan yang beragama Islam dan 1.500 Wicca.  Namun, masih belum jelas jumlah pasukan yang akan mengajukan permohonan dispensasi. “Kami tidak tahu berapa banyak permintaan yang akan muncul,” sambungnya.
Amardeep Singh, salah satu pendiri kelompok advokasi Sikh Coalition menggambarkan kebijakan baru Pentagon itu sebagai langkah maju. Pihaknya sendiri mewakili ketidakpastian bagi kaum Sikh Amerika, yang para prianya diharuskan memakai turban, janggut dan rambut panjang.

“Benar-benar kemajuan jika militer menyatakan komitmen untuk melindungi kebebasan beragama. Namun, jelas bahwa perjalanan kita untuk sampai ke sana masih panjang,” tegasnya. (jpnn/sbb/dakwatuna)

Misteri: Ketika Raja Inggris Bersyahadat

Mata uang kerajaan Mercia Inggris bertuliskan syahadat (ilustrasi)
Mata uang kerajaan Mercia Inggris bertuliskan syahadat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Tidak ada yang tahu apa yang sedang berlangsung atau apa yang sedang dipikirkan saat Raja Offa di Inggris mencetak uang negaranya dengan ucapan syahadat.

Raja Anglo-Saxon yang memerintah Mercia, Inggris, tahun 757 sampai 796 ini sangat kontroversial, khususnya dalam hubungannya dengan pemerintahan Abbasiyah di Irak.

Para sejarawan menganggap Offa merupakan salah satu raja Inggris paling agung dan paling kuat sebelum Raja Alfred the Great yang memerintah antara tahun 871 dan 899.

Menurut Sheikh Abdullah Quilliam alias William Henry Quilliam, ulama pribumi Inggris, dikutip dari British Muslim Heritage, Raja Offa sebenarnya sudah muslim. Walupun tesis ini dibantah kebanyakan sejarawan lainnya.

Putera daerah Liverpool ini berdalil bukti koin kerajaan Mercia ini salah satu dalil utamanya.

Menurutnya, koin tersebut secara lengkapnya bermakna kurang lebih seperti berikut: ’Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Esa, tanpa sekutu, dan Muhammad adalah utusan Allah.’ Dan pada sekeliling koin terdapat teks yang bermakna ’Muhammad adalah utusan Allah, (Dia) Yang mengutusnya (Muhammad) dengan ajaran dan keyakinan yang benar untuk dimenangkan atas seluruh agama.’ Koin ini tampaknya hingga saat ini disimpan di British Museum.

Memang bila dilihat sekilas ada ucapan syahadat ’Laa ilaaha illa Allah’ dan beberapa kalimat lainnya yang menggambarkan keyakinan seorang Muslim. Sementara pada sisi lain koin itu berisi tulisan latin ’Offa Rex.’ Raja Offa seperti bersyahadat melalui koin.

Mereka yang menyanggah dalil Quilliam mengatakan, koin itu hanya penanda bahwa Inggris saat itu mempunyai hubungan ekonomi dan kultur yang kuat dengan Irak di bawah pemerintahan Abbasiyah, sehingga koin itu meniru mata uang Abbasiyah.
Hal ini masuk akal, walaupun sebenarnya pada saat itu negara tetangganya Spanyol alias Andalusia telah berkembang menjadi pusat peradaban Islam Umayyah menyaingi Abbasiyah Irak

Terlepas dari itu, negara yang terkenal dengan Magna Carta ini, terus tumbuh menjadi negara besar hingga saat ini.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/02/myqew1-misteri-ketika-raja-inggris-bersyahadat

Inilah Kesaksian "Merinding" Dokter yang Menunggui Kiai Sahal Menjelang Wafat

KH Sahal Mahfudz
Ada kejadian menyentuh hati saat Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menghadapi sakaratul maut pada Kamis (23/1) hingga ajal menjemput pada Jumat dini hari.

Dokter H Imron Rosyidi yang menungguinya mengaku baru kali ini merasa takut menunggui orang yang hendak meninggal. Ia bahkan sampai merinding dan bulu kuduknya berdiri.

“Baru kali ini saya takut ketika menunggui orang yang mau meninggal. Bukan apa-apa, bacaan beliau yang jelas itulah yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Terus terang, kalau ingat pengalaman tadi malam masih suka merinding,” ujar Imron berkaca-kaca.

Seperti dilansir NU Online, dalam keadaan mata terpejam, Mbah Sahal tiada henti melafalkan aneka macam doa, tahlil, hingga surat-surat pendek. Dari Kamis malam hingga Jum'at dini hari. Meski terdengar berat, bacaan ulama kharismatik ini terdengar jelas dan terang.

Kiai Sahal lahir pada17 Desember 1937. Kiai yang sejak muda telah mengasuh Pondok Pesantren Mathali' ini merupakan salah satu tokoh NU berpengaruh, kerap terlibat dalam penyusunan dan penetapan penerapan hukum Islam baik klasik maupun kontemporer.

Berikut ini daftar karya tulis Kiai Sahal:

Buku (kumpulan makalah yang diterbitkan):

1. Thariqatal-Hushul ila Ghayahal-Ushul, (Surabaya: Diantarna, 2000)
2. Pesantren Mencari Makna, (Jakarta: Pustaka Ciganjur, 1999)
3. Al-Bayan al-Mulamma' 'an Alfdz al-Lumd", (Semarang: Thoha Putra, 1999) Telaah Fikih Sosial,
4. Dialog dengan KH. MA. Sahal Mahfudh, (Semarang: Suara Merdeka, 1997) Nuansa Fiqh Sosial (Yogyakarta: LKiS, 1994)
5. Ensiklopedi Ijma' (terjemahan bersama KH. Mustofa Bisri dari kitab Mausu'ah al-Ij ma'). (Jakarta; Pustaka Firdaus, 1987).
6. Al-Tsamarah al-Hajainiyah, I960 (Nurussalam, t.t)
7. Luma' al-Hikmah ila Musalsalat al-Muhimmat, (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati).
8. Al-Faraid al-Ajibah, 1959 (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati)

Risalah dan Makalah (tidak diterbitkan):

1. Tipologi Sumber Day a Manusia Jepara dalam Menghadapi AFTA 2003 (Workshop KKNINISNU Jepara, 29 Pebruari 2003).
2. Strategi dan Pengembangan SDM bagi Institusi Non-Pemerintah, (Lokakarya Lakpesdam NU, Bogor, 18 April 2000).
3. Mengubah Pemahaman atas Masyarakat: Meletakkan Paradigma Kebangsaan dalam Perspektif Sosial (Silarurahmi Pemda II Ulama dan Tokoh Masyarakat Purwodadi, 18 Maret 2000).
4. Pokok-Pokok Pikiran tentang Militer dan Agama (Halaqah Nasional PB NU dan P3M, Malang, 18 April 2000)
5. Prospek Sarjana Muslim Abad XXI, (Stadium General STAI al-Falah Assuniyah, Jember, 12 September 1998)
6. Keluarga Maslahah dan Kehidupan Modern, (Seminar Sehari LKKNU, Evaluasi Kemitraan NU-BKKBN, Jakarta, 3 Juni 1998)
7. Pendidikan Agama dan Pengaruhnya terhadap Penghayatan dan Pengamalan Budi Pekerti, (Sarasehan Peningkatan Moral Warga Negara Berdasarkan Pancasila BP7 Propinsi Jawa Tengah, 19 Juni 1997)
8. Metode Pembinaan Aliran Sempalan dalam Islam, (Semarang, 11 Desember 1996)
9. Perpustakaan dan Peningkatan SDM Menurut Visi Islam, (Seminar LP Ma'arif, Jepara, 14 Juli 1996)
10. Arah Pengembangan Ekonomi dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat, (Seminar Sehari, Jember, 27 Desember 1995)
11. Pendidikan Pesantren sebagai Suatu Alternatif Pendidikan Nasional, (Seminar Nasional tentang Peranan
12. Lembaga Pendidikan Islam dalam Peningkatan Kualitas SDM Pasca 50 tahun Indonesia Merdeka, Surabaya, 2 Juli 1995)
13. Peningkatan Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Berkualitas, (disampaikan dalam Diskusi Panel, Semarang, 27 Juni 1995)
14. Pandangan Islam terhadap Wajib Belajar, (Penataran Sosialisasi Wajib belajar 9 Tahun, Semarang 10 Oktober 1994)
15. Perspektif dan Prospek Madrasah Diniyah, (Surabaya, 16 Mei 1994)
16. Fiqh Sosial sebagai Alternatif Pemahaman Beragama Masyarakat, (disampaikan dalam kuliah umum IKAHA, Jombang, 28 Desember 1994)
17. Reorientasi Pemahaman Fiqh, Menyikapi Pergeseran Perilaku Masyarakat, (disampaikan pada Diskusi Dosen Institut Hasyim Asy'ari, Jombang, 27 Desember 1994)
18. Sebuah Releksi tentang Pesantren, (Pati, 21 Agustus 1993)
19. Posisi Umat Islam Indonesia dalam Era Demokratisasi dari Sudut Kajian Politis, (Forum Silaturahmi PP Jateng, Semarang, 5 September 1992).
20. Kepemimpinan Politik yang Berkeadilan dalam Islam, (Halaqah Fiqh Imaniyah, Yogyakarta, 3-5 Nopember 1992)
21. Peran Ulama dan Pesantren dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Umat, (Sarasehan Opening RSU Sultan Agung, Semarang, 26 Agustus 1992).
22. Pandangan Islam Terhadap AIDS, (Seminar, Surabaya,1 Desember 1992)
23. Kata Pengantar dalam buku Quo Vadis NU karya Kacung Marijan, (Pati, 13 Pebruari 1992)
24. Peranan Agama dalam Pembinaan Gizi dan Kesehatan Keluarga, Pandangan dari Segi Posisi Tokoh Agama, Muallim, dan Pranata Agama, (Muzakarah Nasional, Bogor, 2 Desember 1991)
25. Mempersiapkan Generasi Muda Islam Potensial, (Siaran Mimbar Agama Islam TVRI, Jakarta, 24 Oktober 1991)
26. Moral dan Etika dalam Pembangunan, (Seminar Kodam IV, Semarang, 18-19 September 1991)
27. Pluralitas Gerakan Islam dan Tantangan Indonesia Masa Depan, Perpsketif Sosial Ekonomi, (Seminar di Yogyakarta, 10 Maret 1991)
28. Islam dan Politik, (Seminar, Kendal, 4 Maret 1989)
29. Filosofi dan Strategi Pengembangan Masyarakat di Lingkungan NU, (disampaikan dalam Temu Wicara LSM, Kudus, 10 September 1989)
30. Disiplin dan Ketahanan Nasional, Sebuah Tinjauan dari Ajaran Islam, (Forum MUIII, Kendal, 8 Oktober 1988)
31. Relevansi Ulumuddiyanah di Pesantren dan Tantangan Masyarakat, (Mudzakarah, P3M, Mranggen, 19-21 September 1988)
32. Prospek Pesantren dalam Pengembangan Science, (Refreshing Course KPM, Tambak Beras, Jombang 19 Januari 1988)
33. Ajaran Aswaja dan Kaitannya dengan Sistem Masyarakat, (LKL GP Anshor dan Fatayat, Jepara 12-17 Februari 1988)
34. AIDS dan Prostisusi dari Dimensi Agama Islam, (Seminar AIDS dan Prostitusi YAASKI, Yogyakarta, 21 Juni 1987)
35. Sumbangan Wawasan tentang Madrasah dan Ma'arif, (Raker LP Ma'arif, Pati, 21 Desember 1986)
36. Program KB dan Ulama, (Pati, 27 Oktober 1986)
37. Hismawati dan Taman Gizi, (Sarasehan gizi antar santriwati,
38. Administrasi Pembukuan Keuangan Menurut Pandangan Islam, (Latihan Administrasi Pembukuan dan Keuangan bagi TPM, Pan, 8 April 1986)
39. Pendekatan Pola Pesantren sebagai Salah Satu Alternatif membudayakan NKKBS, (Rapat Konsultasi Nasional Bidang, KB, Jakarta, 23-27 Januari 1984)
40. Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Lokakarya Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Jakarta, 6-8 Januari 1983)
41. Tanggapan atas Pokok-Pokok Pikiran Pembaharuan Pendidikan Nasional, (27 Nopember 1979)
42. Peningkatan Sosial Amaliah Islam, (Pekan Orientasi Ulama Khotib, Pati, 21-23 Pebruari 1977)
43. Intifah al-Wajadain, (Risalah tidak diterbitkan)
44. Wasmah al-Sibydn ild I'tiqdd ma' da al-Rahman, (Risalah tidak diterbitkan)
45. I'dnah al-Ashhdb, 1961 (Risalah tidak diterbitkan)
46. Faid al-Hija syarah Nail al-Raja dan Nazhdm Safinah al-Naja, 1961 (Risalah tidak diterbitkan) Al-Tarjamah al-Munbalijah 'an Qasiidah al-Munfarijah, (Risalah tidak diterbitkan)

[AM/NU/SantriPegon]

*http://www.bersamadakwah.com/2014/01/inilah-kesaksian-merinding-dokter-yang.html

Minggu, 26 Januari 2014

Gereja di Malaysia Ngotot Gunakan kata ‘Allah’

Seorang wanita tengah berdoa di Gereja Our Lady of Lourdes di Klang, luar Kuala Lumpur  (Foto: republika)
Seorang wanita tengah berdoa di Gereja Our Lady of Lourdes di Klang, luar Kuala Lumpur (Foto: republika)
dakwatuna.com – Kuala Lumpur. Gereja-gereja di Malaysia berkeras menggunakan kata “Allah” untuk menyebut Tuhan Kristen dalam ibadah mereka yang digelar Ahad, terlepas sikap pemimpin negara bermayoritas Muslim itu yang menegaskan mereka harus menaati aturan pelarangan penggunaan kata “Allah” selain oleh pemeluk Islam.

Jemaah Kristen berbahasa Melayu berdoa dan menyanyikan himne menggunakan kata-kata Arab, praktik ibadah yang telah mereka lakukan selama saratus tahun namun memicu ketegangan kian meningkat di negara tersebut.

“Semuanya mengandung kata ‘Allah’,” ujar seorang pastor di sebuah gereja di ibu kota Kuala Lumpur menuturkan tentang lagu-lagu yang dinyanyikan dalam gereja.

“Injil di sini (dalam bahasa Melayu) mengandung kata ‘Allah’. Ketika kita berdoa dan berkhotbah kita harus membaca teks, ini benar-benar situasi sulit,” imbuhnya seraya meminta tak memuat namanya mengingat sensitivitas terhadap isu tersebut. (rol/sbb/dakwatuna)

Baca Syahadat Lima Kali, Pemuda Ini Tersenyum Saat Mati

Ibrahim Zalat
Jenazah Ibrahim Zalat menjadi salah satu jenazah paling menarik di antara puluhan korban kebrutalan militer Mesir, Jum'at (25/1) lalu. Pasalnya, sebuah senyuman tampak terkembang di wajah pemuda ini saat ia kehilangan nyawa.

Seperti dikutip infoislami dari egyptwindow, Ibrahim adalah salah seorang korban kebrutalan tentara dan polisi bayaran As-Sisi saat berlangsungnya demonstrasi di jalan As-Sudan di Dokki, Mesir. Senyum yang menggambarkan ketenangan dan kebahagiaan memancar dari wajahnya saat ia terbunuh.

Salah seorang kerabat Ibrahim menuturkan bahwa almarhum sempat mengucapkan dua kalimat syahadat sebanyak lima kali sebelum benar-benar meninggal. Ia juga mengucapkan "Ya Rabb Al-Jannah" sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kalimat itu kurang lebih bermakna, wahai Tuhan aku rindu surgaMu. [AM/InfoIslami/BersamaDakwah]

Sumber : http://www.bersamadakwah.com/2014/01/baca-syahadat-lima-kali-pemuda-ini.html?m=1

TERKINI : Khalid Ibrahim berundur Rabu ini DSAI bakal MB Selangor?


AnwarrenungKhalid[1]Dalam kemelut konflik antara Khalid Ibrahim dan Azmin Ali, The Star Online hari ini melaporkan bahawa Khalid Ibrahim telah bersetuju untuk berundur dari jawatan Menteri Besar Selangor.
Apa yang memeranjatkan ialah laporan berkenaan, yang didakwa bersumberkan dalaman PKR memberitahu bahawa pengganti kepada Khalid Ibrahim ialah Anwar Ibrahim!

Apakah ini bermakna Khalid Ibrahim juga akan meletakkan jawatan selaku Ahli Dewan Undangan Negeri Pelabuhan Klang (N46)? Perkara ini difahamkan telah dipersetujui pada pertemuan di antara kedua-duanya pada hari Ahad yang lalu.

Apakah Khalid memang bersedia untuk mengundurkan diri, atau bertindak melepaskan jawatan Menteri Besar dan ADUN sebagai tanda protesnya kepada Anwar Ibrahim? Ini adalah kerana melepaskan jawatan Menteri Besar, dan meletakkan jawatan selaku ADUN Pelabuhan Klang adalah 2 perkara berbeza, pada saat kerusi itu milik PKR!
the star anwar mb selangor
Dari sumber yang lain pula, Khalid Ibrahim dikhabarkan bersedia untuk mengundurkan diri sebagai Menteri Besar dengan syarat penggantinya bukan Azmin Ali.

Sumber juga memberitahu bahawa setakat ini, 2 DUN yang dimenangi oleh PKR sedang dalam pertimbangan Anwar dalam cita-citanya untuk menjawat jawatan Menteri Besar Selangor.

Selangor bakal menghadapi satu Pilihanraya Kecil dalam masa terdekat!

Jika berlaku, dan Anwar menang, maka Anwar Ibrahim bakal berkuasa di Selangor, lebih berkuasa dari jawatannya sebelum ini iaitu Penasihat Ekonomi Selangor yang telah membuat tuntutan jutaan ringgit sepanjang tempoh perkhidmatannya setelah berselindung di sebalik elaun RM1!

Apa pula tindakan PAS pada ketika ini? SUMBER

Dirogol anak saudara

KUALA LUMPUR 27 Jan - Seorang ibu tunggal mendakwa menjadi mangsa nafsu buas anak saudara lelakinya sendiri berusia 22 tahun dalam kejadian di sebuah rumah di ibu negara, kelmarin.

Lebih mengejutkan, suspek turut membawa rakannya untuk merogol mangsa selain merakam gambar bogel mangsa untuk simpanannya serta mengugut mangsa untuk terus melayan nafsunya jika tidak mahu gambar bogel berkenaan disebarkan.

Menceritakan semula kejadian malang itu, mangsa dikenali sebagai Siti, seorang pekerja am berkata, dia tinggal serumah dengan anak saudaranya itu sejak kematian suami dua tahun lalu tidak pernah menyangka anak saudaranya itu tergamak melakukan perbuatan itu terhadapnya.

Menurutnya, anak saudaranya itu dipelihara seperti anak sendiri.

“Bagaimanapun, minggu lalu, saya menemui klip video lucah dalam telefon bimbitnya dan apabila ditegur dia marah kepada saya sebelum hanya mendiamkan diri selepas itu.

“Kelmarin, ketika kami berdua sedang menonton televisyen di rumah, dia yang baru pulang selepas melepak bersama rakan-rakannya tiba-tiba meminta maaf dengan saya atas kelakuannya tempoh hari sebelum membawa air minuman berkarbonat untuk saya,” katanya.

Katanya, selepas meminum air yang diberikan anak saudaranya itu, tiba-tiba dia berasa pening sebelum tidak sedarkan diri dan apabila tersedar selepas beberapa jam selepas itu mendapati dirinya berada di sebuah rumah lain dan lebih mengejutkan, dia turut tidur bersama anak saudaranya serta rakan lelakinya.

“Ketika itu, baru saya sedar menjadi mangsa nafsu buas kedua-dua lelaki itu dan apabila saya memarahinya, dia menunjukkan gambar bogel saya yang dirakam ketika saya dalam keadaan tidak sedarkan diri.

“Dia turut mengugut saya supaya melayan nafsunya lagi jika tidak mahu dicederakan dan bimbang dengan keselamatan diri, saya membuat aduan di Balai Polis Salak Selatan,” katanya

Kisah Orang Terakhir yang Berhasil Melewati Shirath

ilustrasi shirath (foto hidayatullah.com) Shirath adalah jembatan menuju surga. Siapa yang dapat melaluinya, ia akan masuk surga, sedangkan siapa yang terjatuh/terlempar dari shirath, ia akan masuk ke dalam neraka.

Yang pertama-tama tiba di surga adalah mereka yang melewati shirath dengan kecepatan seperti kilat. Sedangkan yang terakhir kali masuk surga, kisahnya sungguh mendebarkan, mengharukan, sekaligus ‘lucu’. Berikut kisah lengkapnya seperti diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya:


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ آخِرَ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَمْشِي عَلَى الصِّرَاطِ فَيَنْكَبُّ مَرَّةً وَيَمْشِي مَرَّةً وَتَسْفَعُهُ النَّارُ مَرَّةً فَإِذَا جَاوَزَ الصِّرَاطَ الْتَفَتَ إِلَيْهَا فَقَالَ تَبَارَكَ الَّذِي نَجَّانِي مِنْكِ لَقَدْ أَعْطَانِي اللَّهُ مَا لَمْ يُعْطِ أَحَدًا مِنْ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ قَالَ فَتُرْفَعُ لَهُ شَجَرَةٌ فَيَنْظُرُ إِلَيْهَا فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَدْنِنِي مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَأَسْتَظِلَّ بِظِلِّهَا وَأَشْرَبَ مِنْ مَائِهَا فَيَقُولُ أَيْ عَبْدِي فَلَعَلِّي إِنْ أَدْنَيْتُكَ مِنْهَا سَأَلْتَنِي غَيْرَهَا فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ وَيُعَاهِدُ اللَّهَ أَنْ لَا يَسْأَلَهُ غَيْرَهَا وَالرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ يَعْلَمُ أَنَّهُ سَيَسْأَلُهُ لِأَنَّهُ يَرَى مَا لَا صَبْرَ لَهُ يَعْنِي عَلَيْهِ فَيُدْنِيهِ مِنْهَا ثُمَّ تُرْفَعُ لَهُ شَجَرَةٌ وَهِيَ أَحْسَنُ مِنْهَا فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَدْنِنِي مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَأَسْتَظِلَّ بِظِلِّهَا وَأَشْرَبَ مِنْ مَائِهَا فَيَقُولُ أَيْ عَبْدِي أَلَمْ تُعَاهِدْنِي يَعْنِي أَنَّكَ لَا تَسْأَلُنِي غَيْرَهَا فَيَقُولُ يَا رَبِّ هَذِهِ لَا أَسْأَلُكَ غَيْرَهَا وَيُعَاهِدُهُ وَالرَّبُّ يَعْلَمُ أَنَّهُ سَيَسْأَلُهُ غَيْرَهَا فَيُدْنِيهِ مِنْهَا فَتُرْفَعُ لَهُ شَجَرَةٌ عِنْدَ بَابِ الْجَنَّةِ هِيَ أَحْسَنُ مِنْهَا فَيَقُولُ رَبِّ أَدْنِنِي مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ أَسْتَظِلُّ بِظِلِّهَا وَأَشْرَبُ مِنْ مَائِهَا فَيَقُولُ أَيْ عَبْدِي أَلَمْ تُعَاهِدْنِي أَنْ لَا تَسْأَلَنِي غَيْرَهَا فَيَقُولُ يَا رَبِّ هَذِهِ الشَّجَرَةُ لَا أَسْأَلُكَ غَيْرَهَا وَيُعَاهِدُهُ وَالرَّبُّ يَعْلَمُ أَنَّهُ سَيَسْأَلُهُ غَيْرَهَا لِأَنَّهُ يَرَى مَا لَا صَبْرَ لَهُ عَلَيْهَا فَيُدْنِيهِ مِنْهَا فَيَسْمَعُ أَصْوَاتَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ الْجَنَّةَ الْجَنَّةَ فَيَقُولُ عَبْدِي أَلَمْ تُعَاهِدْنِي أَنَّكَ لَا تَسْأَلُنِي غَيْرَهَا فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ قَالَ فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ مَا يَصْرِينِي مِنْكَ أَيْ عَبْدِي أَيُرْضِيكَ أَنْ أُعْطِيَكَ مِنْ الْجَنَّةِ الدُّنْيَا وَمِثْلَهَا مَعَهَا قَالَ فَيَقُولُ أَتَهْزَأُ بِي وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ قَالَ فَضَحِكَ عَبْدُ اللَّهِ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ ثُمَّ قَالَ أَلَا تَسْأَلُونِي لِمَ ضَحِكْتُ قَالُوا لَهُ لِمَ ضَحِكْتَ قَالَ لِضَحِكِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا تَسْأَلُونِي لِمَ ضَحِكْتُ قَالُوا لِمَ ضَحِكْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِضَحِكِ الرَّبِّ حِينَ قَالَ أَتَهْزَأُ بِي وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ
Dari Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya yang terakhir kali masuk surga adalah seseorang yang berjalan di atas shirath, sesekali terpeleset, berjalan dan sesekali api menghanguskannya. Ketika telah melewati shirath, ia menoleh kepadanya seraya berkata; Maha Suci Yang telah menyelamatkanku darinya, sungguh Allah telah memberiku apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun dari awal sampai akhir." Beliau melanjutkan: "Lalu sebuah pohon diangkat untuknya, ia pun melihatnya seraya berkata; Wahai Rabbku, dekatkanlah pohon ini hingga aku dapat bernaung di bawah naungannya dan meminum airnya. Maka Dia berfirman: Wahai hambaKu, semoga selalu kepadaKu, jika Aku dekatkan pohon itu kepadamu, maka kamu akan meminta yang lain kepadaKu. Ia pun berkata; Tidak wahai Rabbku. Dan ia membuat perjanjian kepada Allah untuk tidak meminta yang lainnya kepadaNya sedangkan Rabb adalah Maha Perkasa lagi Maha Tinggi, Dia mengetahui bahwa ia akan meminta kepadaNya karena ia melihat sesuatu yang membuat ia tidak bersabar atasnya. Maka pohon itu didekatkan kepadanya kemudian diangkat pohon yang lebih indah dari pohon itu untuknya. Ia pun berkata; Wahai Rabbku, dekatkanlah pohon itu kepadaku hingga aku dapat bernaung di bawah naungannya dan meminum airnya. Maka Dia berfirman: Wahai hambaKu bukankah kamu telah membuat perjanjian kepadaKu bahwa kamu tidak akan meminta yang lainnya kepadaKu. Ia berkata lagi; Wahai Rabbku, yang ini aku tidak akan meminta yang lainnya kepadaMu, dan ia pun membuat perjanjian kepadaNya, sedangkan Allah mengetahui bahwa ia akan meminta yang lainnya kepadaNya. Maka pohon itu pun didekatkan kepadanya, lalu diangkatlah sebuah pohon di dekat pintu surga yang lebih indah dari pohon itu untuknya. Ia pun berkata; Wahai Rabbku, dekatkanlah pohon ini hingga aku dapat bernaung di bawah naungannya dan meminum airnya. Maka Dia berfirman: Wahai hambaKu, bukankah kamu telah membuat perjanjian kepadaku untuk tidak meminta yang lainnya kepadaKu? Ia pun berkata; Wahai Rabbku, pohon ini saja, aku tidak akan meminta yang lainnya kepadaMu, dan ia membuat perjanjian kepadaNya sedangkan Rabb mengetahui bahwa ia akan meminta yang lainnya kepadaNya karena ia melihat sesuatu yang membuat ia tidak bersabar atasnya. Maka pohon itu didekatkan kepadanya lalu ia mendengar suara penghuni surga, ia pun berkata; Wahai Rabbku, surga surga. Maka Dia berfirman: Wahai hambaKu, bukankah kamu telah membuat perjanjian kepadaKu bahwa kamu tidak akan meminta yang lainnya kepadaKu? Ia pun berkata; Wahai Rabbku, masukkan aku ke surga." Beliau bersabda: "Maka Allah Azza wa Jalla berfirman: Apalagi yang harus aku singkirkan darimu sehingga tidak memintaKu lagi, wahai hambaKu? Apakah kamu merasa puas jika Aku memberimu surga dunia dan yang sepertinya sekaligus? Ia bertanya; Apakah Engkau mengejekku sedangkan Engkau adalah Pemilik Kemuliaan?" Perawi berkata; Maka Abdullah tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya kemudian berkata; Tidakkah kalian bertanya kepadaku mengapa aku tertawa? Mereka bertanya kepadanya; Mengapa kamu tertawa? Ia menjawab; Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kami: "Tidakkah kalian bertanya kepadaku mengapa aku tertawa? Mereka bertanya; Mengapa engkau tertawa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Karena Rabb tertawa ketika orang itu bertanya, apakah Engkau mengejekku sedangkan Engkau adalah Pemilik Kemuliaan." (HR. Ahmad)

Wallahu a’lam bish shawab. [IK/bersamadakwah]

Sumber : http://www.bersamadakwah.com/2014/01/kisah-orang-terakhir-yang-berhasil.html

Jika Pakaian Terkena Mani

Kamar tidur - ilustrasi pakaian kena mani
Terkadang, ketika suami istri berjima’, sperma mengenai pakaian mereka. Atau, seseorang bermimpi “bercinta” lalu saat bangun ia mengetahui pakaiannya telah basah. Bagaimana memperlakukan atau membersihkan pakaian yang demikian agar bisa kembali dipakai untuk shalat? Berikut tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits shahih:

عَنْ عَمْرُو بْنُ مَيْمُونٍ قَالَ سَأَلْتُ سُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍ فِي الثَّوْبِ تُصِيبُهُ الْجَنَابَةُ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ كُنْتُ أَغْسِلُهُ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَخْرُجُ إِلَى الصَّلَاةِ وَأَثَرُ الْغَسْلِ فِيهِ بُقَعُ الْمَاءِ

Dari 'Amru bin Maimun ia berkata, "Aku bertanya kepada Sulaiman bin Yasar tentang pakaian yang terkena janabat (mani), ia menjawab, " 'Aisyah pernah berkata, "Aku pernah mencuci air mani dari pakaian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau keluar untuk shalat dan sisa cucian masih nampak pada pakaian beliau." (HR. Bukhari)

نَزَلَ بِعَائِشَةَ ضَيْفٌ فَأَمَرَتْ لَهُ بِمِلْحَفَةٍ لَهَا صَفْرَاءَ فَنَامَ فِيهَا فَاحْتَلَمَ فَاسْتَحَى أَنْ يُرْسِلَ بِهَا وَفِيهَا أَثَرُ الِاحْتِلَامِ قَالَ فَغَمَسَهَا فِي الْمَاءِ ثُمَّ أَرْسَلَ بِهَا فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ أَفْسَدَ عَلَيْنَا ثَوْبَنَا إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَفْرُكَهُ بِأَصَابِعِهِ لَرُبَّمَا فَرَكْتُهُ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَصَابِعِي

Aisyah pernah kesinggahan seorang tamu, lalu ia memerintahkannya untuk memakai selimutnya yang berwarna kuning. Kemudian (tamu) tersebut tidur dengan menggunakan selimut tersebut, bahkan bermimpi (junub). (setelah itu) dia (tamu) malu untuk mengembalikan selimutnya karena terkena bekas mimpi (junub). Lalu dia merendamnya di dalam air baru kemudian mengembalikannya. Lalu Aisyah bekata; 'Kenapa harus merusak kain kami, bukankah sudah cukup mengeriknya dengan jari-jemarinya, karena akupun mengerik kain Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dengan jari jemariku." (HR. Ahmad)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شِهَابٍ الْخَوْلَانِيِّ قَالَ كُنْتُ نَازِلًا عَلَى عَائِشَةَ فَاحْتَلَمْتُ فِي ثَوْبَيَّ فَغَمَسْتُهُمَا فِي الْمَاءِ فَرَأَتْنِي جَارِيَةٌ لِعَائِشَةَ فَأَخْبَرَتْهَا فَبَعَثَتْ إِلَيَّ عَائِشَةُ فَقَالَتْ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ بِثَوْبَيْكَ قَالَ قُلْتُ رَأَيْتُ مَا يَرَى النَّائِمُ فِي مَنَامِهِ قَالَتْ هَلْ رَأَيْتَ فِيهِمَا شَيْئًا قُلْتُ لَا قَالَتْ فَلَوْ رَأَيْتَ شَيْئًا غَسَلْتَهُ لَقَدْ رَأَيْتُنِي وَإِنِّي لَأَحُكُّهُ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَابِسًا بِظُفُرِي

Dari Abdullah bin Syihab al-Khaulani dia berkata, "Aku mengunjungi Aisyah, lalu aku bermimpi dan mengeluarkan mani pada bajuku, lalu aku mencelupkannya pada air, saat budak Aisyah melihat tindakanku hingga ia pun mengabarkannya kepada Aisyah. Aisyah kemudian mengutusnya kembali untuk menemuiku seranya berkata, 'Apa yang mendorongmu untuk mencelupkan kedua bajumu? ' Abdullah berkata, "Aku lalu menjawab, 'Aku telah bermimpi basah sebagaimana orang yang tidur bermimpi.' Aisyah bertanya, 'Apakah kamu telah melihat sesuatu padanya? ' Aku menjawab, 'Tidak.' Aisyah berkata, 'Kalau kamu melihat sesuatu yang telah kamu cuci (mani), maka sungguh aku mengeriknya (mani) yang telah kering dari baju Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan kukuku." (HR. Muslim)

Sayyid Sabiq menjelaskan dalam Fiqih Sunnah bahwa sebagian ulama berpendapat mani adalah najis, tetapi pendapat yang lebih kuat adalah suci. Meskipun mani itu suci, disunnahkan untuk menghilangkan atau membersihkannya dari pakaian. Yakni dengan cara :

1. Mencucinya jika masih basah. Baik mencuci seluruh pakaian tersebut atau hanya bagian yang terkena mani saja.
2. Jika mani telah kering, maka mengoreknya saja sudah cukup.

Wallahu a’lam bish shawab. [IK/bersamadakwah]

Sumber : http://www.bersamadakwah.com/2014/01/jika-pakaian-terkena-mani.html?m=1

Tindakan tegas terhadap lawak kangkung - jaminan internet tidak benarkan

OLEH JAHABAR SADIQ, PENGARANG
JANUARY 27, 2014
BBC melaporkan kontroversi kangkung dan komen Datuk Seri Najib Razak yang berkata orang ramai harus bersyukur apabila harga sayur turun.BBC melaporkan kontroversi kangkung dan komen Datuk Seri Najib Razak yang berkata orang ramai harus bersyukur apabila harga sayur turun.Di kemuncak kontroversi kangkung minggu lepas beberapa menteri menggesa agar tindakan tegas diambil untuk menghentikan komen negatif di alam siber terhadap perdana menteri, akan tetapi Rang Jaminan Malaysia untuk internet menghentikan mereka.
The Malaysian Insider difahamkan beberapa menteri berhujah, Putrajaya mempunyai kuasa untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang membuat lawak di internet terhadap komen Datuk Seri Najib Razak kerana mengatakan orang ramai seharusnya bersyukur apabila harga sayur turun dan tidak hanya menyalahkan kerajaan apabila berlaku kenaikan harga barang.
"Sesetengah menteri mahukan tindakan terhadap mereka yang membuat lawak akan tetapi tiada undang-undang yang boleh menghalang perbuatan tersebut," kata satu sumber kepada The Malaysian Insider.
"Menteri-menteri berkenaan diberitahu Rang Jaminan Malaysia untuk Multimedia Super Corridor (MSC) menghalang penapisan," tambah beliau.
"Lebih baik suruh sahaja kerajaan tutup Facebook, Twitter dan media sosial lain kalau nak hentikan lawak dan jenaka daripada tersebar," kata sumber itu lagi.
Difahamkan, menteri-menteri berkenaan berhenti berhujah apabila dicabar menandatangani keputusan Kabinet secara kolektif untuk menggantung jaminan dibuat perdana menteri pada 1998, Tun Dr Mahathir Mohamad.
"Sehingga kini, Rang Jaminan itu kekal untuk memastikan tidak terdapat sekatan di internet," tambah sumber itu lagi.
Terdapat spekulasi elemen dalam kerajaan mencuba untuk menyekat laporan BBC dalam isu kangkung apabila sesetengah pengguna internet Malaysia mengadu gagal untuk mengakses laporan BBC tersebut, sehingga timbulnya pertuduhan berlakunya sekatan internet.
Pengguna internet jalur lebar Telekom Malaysia mengatakan mereka mengalami kesukaran membaca laporan “#BBCtrending: Be careful what you say about spinach” dan video YouTube ucapan Najib yang diremix.
Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) yang menyelia industri komunikasi di negara ini menafikan menyekat akses laporan itu walaupun mempunyai kuasa melakukannya terhadap kandungan dibantah seperti pornografi mengikut Seksyen 211 Akta Komunikasi dan Multimedia 1998.
Seksyen 263 (2) Akta Komunikasi dan Multimedia 1998 hanya membenarkan sekatan terhadap laman sesawang sekiranya benar-benar perlu dalam mencegah pelakuan atau cubaan pelakuan sesuatu kesalahan.
Pada 2009, The Malaysian Insider melaporkan Putrajaya mengkaji kemungkinan meletakkan penapis untuk menghalang kandungan yang tidak sesuai menerusi laman sesawang, sebagaimana dilakukan China dengan menghasilkan perisian khas “Green Dam”.
Alasan untuk melakukan sekatan adalah untuk mempertahankan keharmonian kaum dalam negara. Akan tetapi, penapis internet itu tidak pernah dipasang.
Akan tetapi Dr Mahathir mengakui Jun lalu melakukan kesilapan semasa masih berkuasa kerana memberi jaminan tidak akan menyekat internet, ia ekoran keputusan keputusan pilihan raya umum ke-13 (PRU13) baru-baru ini yang menyaksikan pembangkang menang lebih banyak kerusi.
Menurut bekas perdana menteri itu, beliau kini terpaksa menimbang semula keputusannya selepas memberikan kebebasan penuh internet semasa mengetuai MSC pada 1996.
“Ketika saya mengetuai MSC, saya ditanya oleh seorang wanita Amerika sama ada kami akan menyekat internet.
“Saya beritahu dia tidak, kami akan jadi sangat bebas… tapi kini saya terpaksa berfikir dua kali,” katanya.
Najib pernah berikrar sebelum ini beliau tidak akan melakukan sekatan internet dan juga meminda undang-undang penerbitan yang sebelum ini memerlukan pembaharuan permit setiap tahun. – 27 Januari, 2014

AJL28 - Bahagiamu Deritaku dipilih sebagai juara

KUALA LUMPUR: Lagu ciptaan LY dan lirik oleh Baiduri berjudul Bahagiamu Deritakudipilih sebagai juara Anugerah Juara Lagu ke-28 (AJL28) yang berlangsung di Stadium Putra Bukit Jalil, di sini, Ahad.
Dengan kemenangan lagu yang dinyanyikan oleh Hafiz itu, mereka berjaya membawa pulang hadiah berupa trofi dan wang tunai sebanyak RM35,000.
Bahagiamu Deritaku berjaya mengalahkan 11 buah lagu lain iaitu Salammusik (Aku Pelat), Black (Takkan Terpisah), Aizat Amdan & Noh Salleh (In Love With You), Hyper Act (Hanya Aku), Stacy (Bosan), Hazama & The Penglipurlara (Penglipur Lara).
Turut bertanding adalah Jaclyn Victor (Ikut Rentakku), Najwa Latif feat Sleeq & Syamkamarul (Sahabat), Azlan & The Typewriter (Tanda Tanya), Alyah (Kau Yang Terindah), dan Awi Rafael & Altimet (Kalau Aku Kaya).
Naib juara AJL 28 menjadi milik lagu Hanya Aku ciptaan Hyper Act dan Frozen dan dinyanyikan oleh Hyper Act sekali gus membawa pulang hadiah trofi dan wang tunai RM15,000.
Dalam pada itu, pemenang tempat ketiga dimenangi oleh lagu Kalau Aku Kaya ciptaan Omar K, Audi Mok dan Altimet nyanyian Awi Rafael dan Altimet.
Mereka berjaya menggondol hadiah trofi dan wang tunai sebanyak RM12,000.
Penyanyi Jaclyn Victor memecah rekod apabila merampas anugerah Vokal Terbaik daripada Hafiz yang dimenanginya tiga tahun berturut-turut.
Jaclyn membawa pulang trofi dan wang tunai RM10,000.
Hafiz bagaimanapun turut memenangi kategori persembahan terbaik menerusi laguBahagiamu Deritaku.
Penyanyi itu menerima trofi dan wang tunai berjumlah RM10,000.
Hadiah disampaikan oleh Ketua Pegawai Operasi Kumpulan, Rangkaian Televisyen Media Prima Berhad, Ahmad Izham Omar.
Persembahan 12 finalis AJL 28 diadili seramai 10 juri profesional dari pelbagai latar belakang dalam bidang muzik iaitu Acis, Ajai, Habsah Hassan, Aubrey Suwito, Ad Samad dan Helen Yap, Taja, Cat Farish dan Edrie Hashim.
Azmeer bertindak sebagai ketua juri pada acara itu.
Penghakiman dilakukan berdasarkan markah sebanyak 80 peratus yang diadili terlebih awal manakala 20 peratus lagi melalui persembahan pada malam kemuncak.
Hampir tiga dekad sejak penganjurannya, Anugerah Juara Lagu (AJL) bertujuan memartabatkan industri muzik tanah air terutamanya memberi penghormatan kepada komposer dan penulis lirik.
Diangkat sebagai acara muzik tahunan berprestij tempatan, AJL 28 memperkenalkan ‘Game On!’ sebagai konsep dan tema persembahan pada tahun ini.
Pada acara itu juga, Hafiz telah memenangi Anugerah Juara Mobile menerusi laguBahagiamu Deritaku yang mendapat muat turun Call Me Tones paling tinggi menerusi The Cube Celcom.
AJL 28 yang disiarkan secara langsung di TV3 pada pukul 9 malam itu menyaksikan penampilan pertama pasangan hos Muzik Muzik 28, AG dan Scha Al-Yahya sebagai hos.
Malam kemuncak AJL 28 turut diserikan dengan persembahan pembuka tirai yang berkonsep ‘battle’ vokal oleh Shila Amzah dan Mus May menerusi lagu Mahakarya Cintaselain tarian oleh Funky Fresh Family.
Manakala segmen interlude pula mengetengahkan muzik hip hop yang menggandingkan penyanyi baharu dan lama antaranya W.A.R.I.S, Zaidi (One Nation Emcees), Ziana Zain, FILSUF, Datuk M. Daud Kilau dan Amy Search.
Acara ‘Purple Carpet’ AJL 28’ yang berlansung sebelum itu dihoskan oleh Aidid Marcello dan Hani Hatim manakala segmen ‘Backstage’ dihoskan oleh Elfira Loy.

Membacalah, Maka Dunia Ditanganmu


“Membacalah, maka dunia ditanganmu”. Mengapa? Karena dengan membaca kita akan mengetahui dunia di sekeliling kita. Dunia Antariksa, Dunia Flora dan Fauna, Negara-negara di dunia, Masyarakat berserta sifat, tingkah laku, bahasa, tata krama, etika, adat istiadat dan lain sebagainya. Bahkan kita akan mengetahui dunia sebelum kita lahir, hmmmmm...fantastis bukan?

Bahkan dengan membaca pengetahuanmu akan semakin bertambah dengan semakin bertambahnya pengetahuan maka “dunia” akan semakin terbuka untukmu.

Membuka dirimu untuk melihat dunia bukan hal yang sulit, cukup luangkan waktumu dengan membaca bacaan yang bermanfaat untuk dirimu dan itulah yang saat ini telah mulai dirintis oleh remaja-remaja kreatif di kecamatan Parungpanjang.

Tersebutlah sekelompok remaja dengan ide cemerlang, kreatif, berdaya guna, dengan manfaat dunia akhirat. Mengapa bermanfaat dunia akhirat? Ide mereka adalah menanamkan rasa menyukai dan menumbuhkan rasa kebutuhan akan pentingnya membaca untuk anak-anak usia sekolah disekeliling mereka.

Liburan yang kreatif dan bermanfaat itulah awalnya. Hari Minggu, pada umumnya di beberapa tempat begitupun di Parungpanjang sebagian besar masyarakat sekitar diisi dengan kegiatan jalan pagi atau olah raga atau ada yang sekedar mengisi untuk berkeliling sekitar daerah Perumnas II Parungpanjang.

Kegiatan tersebut berpusat di sekitar jalan Anggur Raya, pusat olah raga maupun pusat untuk berbelanja bahkan sekedar untuk mencari sarapan pagi.

Para remaja kreatif ini bersama-sama mewujudkan mimpi mereka untuk menjadikan kecamatan Parungpanjang menjadikan anak-anak usia sekolah menyukai membaca dan berharap dengan menumbuhkan keinginan dan kebutuhan membaca meningkatkan pengetahuan mereka akan dunia disekeliling mereka sehingga meningkatkan pula keinginan mereka untuk terus bersekolah sehingga meminimalisir angka putus sekolah di kecamatan Parungpanjang. 

Niat yang sangat mulia, tetapi mereka awalnya belum memiliki tempat atau wadah yang dapat mengembangkan serta mendukung ide-ide mulia para remaja tersebut. Lalu langkah apa yang mereka ambil?.

Keinginan yang mulia dan hasrat positif yang menggebu serta keyakinan akan mendapatkan jalan, gayung bersambut dengan ide yang ada pada diriku yang memiliki fasilitas tetapi masih mencari siapa yang mampu untuk mewujudkan ideku untuk meningkatkan kemampuan membaca masyarakat didaerahku (Parungpanjang).

Melalui para remaja yang penuh dengan ide-ide cemerlang, akhirnya “Taman Membaca Kreasi-Kreatif dan Beraksi” terwujud pada Minggu akhir bulan Januari 2014 ini.

Dengan buku-buku yang mereka kumpulkan bersama dari rumah masing-masing dan buku-buku yang ada di SLB Ayahbunda maka terciptalah Taman Membaca. Saat ini sekitar 100 buku yang sudah terkumpul dan karena melihat kesungguhan mereka serta minat membaca anak-anak usia sekolah sangat tinggi sehingga untuk minggu depan ada yang akan menyumbangkan kembali koleksi buku yang ada di rumah seorang sahabat.

Bukan hanya membaca saja, merekapun memberikan hadiah untuk anak-anak yang telah menyelesaikan membaca dengan bermain “Ular Tangga Raksasa”, tentunya itu sebuah “Penghargaan” untuk anak-anak usia 6-15 tahun ini.

Ide mulia ini tidak akan pernah mati dan akan terus bergulir untuk memajukan dan mendukung menuju Generasi Emas pada tahun 2045 nanti. Dan pada tahun 2045 anak-anak usia SD (Sekolah Dasar) saat itu telah menjadi  generasi-generasi yang mengisi pembangunan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Semoga ide-ide para remaja di kecamatan Parungpanjang terus berkembang dan semakin berkembang lagi dengan dukungan orang-orang yang bersama-sama peduli akan perkembangan Parungpanjang dan sekitarnya.

Kami pun masih membutuhkan buku-buku (baru atau bekas) yang bermanfaat untuk dibaca anak-anak usia 6-15 tahun. Bagi yang berminat menyumbangkan buku-buku bacaannya kami persilahkan untuk mengirimkan ke alamat di bawah ini :

SLB Ayahbunda
Jl. Anggur Raya No. 5 dan 6 Perumnas II Parungpanjang Kab. Bogor 16360
No. HP : 085779275182

 Untuk para pembaca semua terima kasih untuk semua niat baiknya dan sukses selalu menyertai anda semua, Aamiin.