Sabtu, 26 Mei 2012

Cara Meningkatkan Traffic Rank by Alexa

Saya termasuk blogger pemula, maka saya mempunyai keinginan untuk meningkatkan page ranking blog saya. tentunya sobat yang baru mengenal blog sangat antusias agar blognya terus malaju ke atas dan bersaing dengan sahabat-sahabat blogger yang lain... nah berkut triknya sobat...

1. Install Alexa Toolbar
Saya juga kurang tau kenapa cara ini dapat meningkatkan page rank (meningkatkan traffic rank alexa) tapi menurut beberapa sumber ini cara ini memang terbukti.

2. Pasang Widget Alexa
Pasanglah beberapa widget alexa seperti "Review Alexa", "Alexa Logo", dan "Traffic Rank Alexa Widget"

bagi sobat-sobat yang ingin memasang page rink alexa silahkan kunjungi "www.alexa.com" kemudian masuk ke menu site tools pilih alexa site widgets langkah terakhir masukkan alamat blog sobat dan klik built widget... soo, sobat akan melihat page rink di blog sobat...
selamat mencoba...

Rabu, 23 Mei 2012

Pesawat Jet Buatan Honda

Woooooooooooow ane kaget and takjub gan. Baru tahu kalau ternyata honda membuat konsep sebuah JET. Tidak hanya berkutat pada produk sepeda motor, mobil maupun robot. Ternyata honda akan mengembangkan pula produk burung besi JET. Hal ini setelah ane mencari bahan-bahan untuk kontes SEO Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda, tanpa sengaja dapat pengetahuan baru tentang perkembangan teknologi.

Berikut ini gallery photo yang honda jet yang ane intip gan:

Tampak prototipe jet honda

Inovasi terbaru dari honda

Honda jet menembus awan

tampak dari depan dengan gagahnya

tampak dari samping

honda jet dengan varian warna yang mencolok

atraksi honda jet

bagian dalam dari honda jet

menukik 

kecil ringan dan art honda jet
HondaJet untuk merevolusi jet bisnis kecil. Honda, dalam tahap mobilitas dan menyebar ke langit akan terus dapat memberikan sukacita tantangan lebih lanjut pindah ke semua orang.

Irgimnur Bukan Blogger Terbaik Indonesia

Senin, 21 Mei 2012

Sangat Mengenaskan: Gambar Singa yang Lehernya Nyaris Putus Oleh Jeratan Pemburu

Gambar singa: ini adalah pemandangan yang menyayat hati.

Kawat perangkap tertangkap begitu erat di lehernya dia tidak bisa makan, ini singa jantan muda yang ditakdirkan untuk mati dalam kematian yang lambat dan menyakitkan.

Dalam hitungan hari ia akan berbaring di semak Afrika terengah-engah napas terakhirnya.

Dia tidak sendirian dengan nasib suram itu. Pemandangan itu semakin umum di beberapa bagian benua ketika semakin banyak singa telah menjadi korban perburuan liar.

Beberapa pemburu sengaja membuat perangkap jerat yang dimaksudkan untuk memburu hewan lain seperti kijang yang diburu oleh pemburu liar.
Sangat Menyakitkan: Singa Jantan Muda dengan Leher Nyaris Putus
Sepertinya dia harus mati dengan jeratan kawat di leher sehinga singa muda ini tidak bisa makan

Lainnya, siapa pun, sedang sengaja diburu untuk mendapatkan bagian tubuh singa-singa itu.
Saat ini sudah ada permintaan untuk cakar singa dan tulang di bagian Timur Jauh untuk digunakan dalam obat tradisional.

Hewan-hewan besar diburu semakin banyak sebagai pengganti harimau, yang sebagian tubuhnya digunakan sebagai obat tradisional yang telah digunakan untuk pasar obat Cina.

Harimau sekarang begitu langka di alam bebas yang pemburu telah berpaling ke target lain yaitu singa.

Dr Pieter Kat, dari LionAid, berkata: "Telah ada lompatan besar baru-baru ini di nilai dari tulang singa didorong oleh pasar obat tradisional, mengingat kami memiliki harimau begitu sedikit.
"Karena tulang harimau sekarang begitu sulit diperoleh dan sekarang telah beralih ke tulang singa."
Pada 1990-an, 1kg singa tulang adalah senilai hanya $ 10, tapi sekarang yang besar-besaran meningkat menjadi $ 300 di 2010.

Dan yang tercermin dalam angka-angka yang menunjukkan populasi singa berada di penurunan yang serius. Ada sekitar 200.000 singa di Afrika pada tahun enam puluhan. Ini telah menurun secara besar-besaran sekarang hanya 23.000 - 25.000.
Kesulitan mengangkat kepala ketika penjaga taman mendekatinya
Merenungi nasib atas kelakuan manusia-manusia rakus sekarang
Sebuah sumber mengatakan: "Hanya beberapa minggu yang lalu kami melihat singa ini dengan jerat di lehernya di Taman Nasional Mikumi di Tanzania.

'Para penjaga taman mencoba melacaknya dengan maksud mencoba untuk melepas dari jerat di lehernya, tetapi pada saat mereka tiba di lokasi, singa itu telah menghilang ke dalam semak-semak.
"Ini tidak akan bertahan untuk beberapa hari lagi. Sudah luka itu menganga, terbuka terhadap infeksi dan tertutup lalat.
"Dan begitu ketat di lehernya bahwa itu akan merasa tidak mungkin untuk makan. Hal itu akan menjadikan dia mati karena infeksi atau karena kelaparan. '

Hanya beberapa hari sebelum itu, dua singa ditemukan tewas di Mikumi National Park, di Northern Tanzania, dengan cakar mereka terpotong.
Perjalanan terakhir, tinggal menunggu detik-detik kematian
Taman Nasional Tanzania memiliki  Otoritas anti-perburuan patroli, tapi dengan 25 persen tanah Tanzania disisihkan untuk tujuan konservasi, daerah tersebut merupakan area yang luas untuk polisi.
Ada proyek seperti Proyek SANA di Tanzania, yang didirikan oleh Saadani Safari Lodge, untuk memungkinkan masyarakat miskin untuk mengembangkan sementara melindungi wilayah taman nasional.
Diharapkan bahwa proyek-proyek seperti ini akan membantu melindungi dan melestarikan satwa liar untuk masa depan. [DailyMail/Irgimnur]

Irgimnur Bukan Blogger Terbaik Indonesia

Minggu, 20 Mei 2012

Mengubah Kepribadian Menjadi Lebih Baik

Setiap orang ingin menjadi pribadi yang baik, melakukan hal-hal yang baik karena itu adalah fitrah manusia. Namun kenapa terkadang kita merasa bahwa perubahan yang lebih baik itu sulit?, penyebabnya karena kurangnnya kesadaran diri dan dikuasai pikiran negatif.
Berfikir positif sangat penting kita lakukan karena dari pikiran yang positif akan melahirkan prilaku yang baik, kekuatan, kesinambungan dan evaluasi. Seiring perjalanan waktu, pikiran dan kesadaran positif akan berubah menjadi kebiasaan yang dilakukan manusia secara otomatis. Kebiasaan yang positif akan melahirkan hasil yang positif.

Sahabatku, menurut DR. Ibrahim Elfiky setidaknya ada 6 formula perubahan yang dapat diterapkan oleh siapapun yang ingin mengubah perilakunya.
1. Perhatian: perhatikan diri kita. Perhatikan perjalanan hidup kita. Arahkan pandangan pada diri kita. Periksa perilaku dan perbuatan kita sampai menemukan perilaku-perilaku yang buruk yang ingin kita ubah. Konsentrasilah pada sesuatu perbuatan atau perilaku ini, kemudian pindahlah pada langkah berikut.
2. Keputusan: jika kita menemukan kekurangan dalam hidup kita dan kita menyakininya sebagai cela yang menyebabkan berbagai masalah bagi kita, maka solusi terbaik adalah segera mengambil keputusan untuk memperbaiki kekurangan itu. Misalnya saya perokok berat solusi sederhananya adalah membuang sebungkus rokok yang ada dalam kantong saya.
3. Belajar: banyak hal yang ingin kita ubah tapi kebodaohan menghalanginya. Solusi terbaik bagi masalah ini adalah menambah kesungguhan untuk belajar dan memperluas wawasan. Seringkali pengetahuan kita tentang sesuatu memiliki pengaruh sangat kuat terhadap sesuatu itu. Misalnya, ketika kita membaca informasi tentang bahaya merokok, maka kita akan sadar dan terdrong untuk berhenti merokok. Maka membaca dan belajar adalah bekal yang akan membuat kita menjadi lebih baik.
4. Menydari kekurangan: dengan menyadari kekurangan bisa mendorong melakukan perubahan. Perubahan sederhana yang tepat lebih penting dan lebih baik ketimbang perubahan secara drastis. Berubahlah 1 persen tiap hari ke arah kebaikan maka dalam satu tahun kita akan mengalami perubahan yang luar biasa 365%. Semakin panjang sebuah proses maka perubahan dan manfaatnya akan lebih berarti.
5. Latihan: orang tidak dapat mengubah dirinya tanpa usaha keras. Orang yang ingin merubah dirinya bagaikan seorang peternak atau pemahat. Artinya apa? Mengubah diri membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Menciptakan kebiasaan baru membutuhkan kesabaran dan tekad yang kuat agar dapat membentuk kesadaran yang dalam dan kita terbiasa melakukannya.
6. Berkelanjutan: konsisten dalam perilaku yang baru adalah tindakan yang sangat penting. Konsisten merupakan bagian yang sanagt fundamental dan tidak dapat dipisahkan.

Niatkan dalam diri kita untuk mengubah perilaku kita menjadi kebribadian yang lebih baik. Jika bukan sekarang kapan lagi kita akan melakukan perubahan... jika bukan kita, siapa lagi??

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka.”

Referensi: The Secret of Happiness (karangan N. Faqih Syarif H)

Raihlah Kebahagiaan yang Sebenarnya!!

    

    Pasti setiap orang di dunia ini mencari kebahagiaan dan merupakan sesuatu yang kita cari bahkan merupakan tujuan hidup kita. Bukankah sepanjang hidup kita senantiasa mencari sesuatu yang lebih baik? Banyak orang yang mencari kebahagiaan tetapi tidak kunjung dapat. Bukan berarti kebahagiaan itu sulit ditemukan bahkan sebenarnya kebahagiaan itu berada sangat dekat dengan kita. Akan tetapi yang membuat kita sulit menemukan kebahagiaan adalah karena kita sering terkecoh oleh sesuatu yang ‘menyamar’ sebagai kebahagiaan.

      Namun, tahukah anda siapa yang sering menyamar sebagai kebahagiaan? Inilah yang disebut kesenangan. Banyak orang yang merancukan kebahagiaan dengan kesenangan, jika senang maka akan bahagia padahal kesenangan itu bersifat sementara. Kesenangan bisa dicapai dari hal-hal fisik. Ini menghasilkan kepuasan, tetapi kepuasan yang dihasilkan tidak akan tahan lama. Kebahagiaan yang bergantung pada kesengan fisik tidak mantap, hari ini anda merasakan kebahagiaan, esoknya mungkin tidak. Ketika memilih ‘kesenangan’ sebagai ‘kebahagiaan’, itu artinya kita sudah berjalan ke arah yang berbeda dengan jalan kebahagiaan. Karena itu, semakin jauh menikmati kesenangan maka semakin jauh pulahlah kita dari jalan kebahagiaan.
Ketika seseorang akan melakukan korupsi, ia pasti didorong oleh keinginannya untuk hidup lebih baik, untuk hidup lebih nyama, untuk mencari kebahagiaan. Namun bukan kebahagiaan yang dia dapatkan melainkan kesenangan yang membawa kepada kekhawatiran dan kesengsaraan. Ia tidak tau saatn ini dia berhadapan dengan kesenangan, ia telah melihat kesenangan sebagai kebahagiaan. Orang yang selingkuh juga sama, mereka juga mendambakan kebahagian mencari orang yang lebih baik dari pasangannya, mereka juga tidak sadar bahwa yang bediri didepan mereka bukanlah kebahagiaan, melainkan kesenangan dan kenikmatan yang menyamar sebagai kebahagiaan.

      Jalan kebaikan senantiasa berakhir pada kebahagianaan, sementara jalan kesenangan sering berakhir pada kesengsaraan. Kebahagiaan itu adalah apa yang kita lakukan kemudian mendatangkan ketentraman dalam hati dan tercapainya segala sesuatu dengan keridhoan Allah SWT. Keridhoan Allah SWT dapat kita raih bila kita melakukan segala sesuatu berdasarkan perintah dan larangan-Nya. Itulah yang menjadikan hati kita tenang dan kedamaian pikiran. Makin tinggi ketenangan pikiran kita, makin besar kedamaian yang kita rasakan, makin besar kemampuan kita meinikmati hidup yang bahagia. Sebaliknya, semakin jauh kita dari mengingat Allah maka semakin gelisah hati dan pikiran kita.

الَّذِينَآمَنُواْوَتَطْمَئِنُّقُلُوبُهُمبِذِكْرِاللّهِأَلاَبِذِكْرِاللّهِتَطْمَئِنُّالْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. 13:28)

     Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat mengurai dan menjawab dengan benar dari mana kita berasal? (siapa yang menciptakan kita?), apa tujuan kita hidup? Dan mau kemana kita akan kembali setelah hidup di dunia ini?. Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat berdai dengan dirinya, dengan orang lain dan dengan Allah SWT.

Jumat, 18 Mei 2012

STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku

        Kejawan putih tambak kecamatan mulyosari merupakan salah satu wilayah yang terletak dipinggiran kota Surabaya bagian Timur. Di wilayah ini sedang marak dibangun gedung-gedung seperti mall, apartemen, restoran karena wilayah ini cukup stategis untuk usaha.
Di tengah-tengah wilayah yang sedang marak pembanguan ini, berdiri dengan kokoh Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Pesantren seluas 4 hektar ini dirintis oleh Ustadz Abdurrahman pada tahun 1988 ketika kawasan ini masih berbentuk rawa-rawa dan semak-semak.
        Saat ini pesantren Hidayatullah Surabaya dihuni oleh 1600 orang, diantaranya santri SMP dan SMA, Mahasiswa STAIL dan paras ustadz dan ustadzah. Bagi anda yang Berkunjung di pesantren ini akan disambut oleh tulisan ‘pengunjung diharapkan berbusana muslimah dan dilarang merokok di kawasan pesantren’. Ya, para warga pesantren dilarang keras merokok di lingkungan sekitar pesantren.

Apa STAIL Surabaya itu?
         Di pesantren ini telah berdiri lembaga pendidikan KB-TK, SMP, SMA hingga sekolah tinggi yaitu STAI Luqman Al Hakim. STAIL merupakan lembaga perguruan tinggi pencetak kader yang pada akhirnya di sebarkan ke seluruh cabang Hidayatullah di seluruh Nusantara. Tak sedikit beberapa cabang di Jawa maupun luar Jawa adalah rintisan alumni STAIL.
Mahasiswa STAIL memang dilatih untuk menjadi agen perubahan di masyarakat, memberikan dampak positif di masyarakat karena salah satu tujuan utama STAIL adalah mencetak kader yang profesional, amanah dan fatonah.
     Mahasiswa mendapat beasiswa penuh dengan catatan ikatan dinas. Selama perkuliahan mahasiswa digemleng mental dan keilmuan. Hal itu dilakukan sebagai bekal ketika diterjunkan di lingungan masyarakat dalam rangka menyiarkan agama Islam.
       Ketika anda berkunjung di kampus STAIL ini, pada pukul 03.30 disepertiga malam terakhir anda akan menemukan mahasiswa dan warga pesantren berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan shalat lail, baik itu secara berjamaah maupun sendiri-sendiri guna untuk mendekatkan diri kepada Rabb meraka. Kerena mereka yakin bahwa "alaa bizdikrilalahi tatma'innul qulub", hanya mengingat Allah hati menjadi tentram.

Lebih lengkapnya silahkan kunjungi website STAIL di stail.ac.id
Smoga kita menjadi orang-orang yang selalu dalam bimbingan Allah SWT. amin...

What!!!... Adik Ipar Pembawa Kematian!


      Hari jum’at kemarin saya membaca sebuah artikel di mading masjid pesantrenku yang membuat badan menjadi merinding ketika habis membacanya, ya... itulah ungkapan beberapa teman saya yang telah membaca artikel itu. Semoga kisah nyata ini dapat kita ambil hikmah dan pelajaran agar kita berhati-hati dari godaan syetan yang sangat halus menghasut manusia... Hanya kepada Allah kita meminta petunjuk...
Kisahnya seperti ini....
Seorang pemuda yang baru nikah 8 bulan berdanama Khalid. dia terlihat gunda dan mengungkapkan kegalauannya itu kepada sahabatnya, “Seperti yang kamu ketahui, aku telah menikah hampir delapan bulan dan di rumah hanya ada istri saya. Tetapi masalahnya adalah bahwa adik saya, Hamad yang sekarang berumur dua puluh tahun telah menyelesaikan pendidikannya di SMA dan diterima di salah satu universitas yang berada di kota ini. Dia akan datang ke sini seminggu atau dua minggu lagi untuk memulai studinya.
Alkisah, kedua orangtua Khalid memaksa agar Hamad tinggal di rumah Khalid daripada tinggal dengan teman-temannya di sebuah apartemen, karena takut terjadi hal-hal yang menyimpang.
Rupanya, Khalid menolak permintaan kedua orangtuaku itu. Sebab baginya kehadiran seorang pemuda di rumahnya sangat berbahya.

“Kita sama-sama tahu dan sama-sama merasakan masa muda dulu sewaktu belum menikah, bagaimana gejolak nafsu seorang pemuda terhadap lawan jenisnya. Jika perusahaan memberikan jam lembur atau menugaskanku ke luar kota, tentu aku pulang terlambat atau bahkan tidak pulang ke rumah untuk beberapa hari. Pada saat itu, yang tinggal di rumah hanya istri dan adikku saja. Jujur aku katakan, aku pernah berkonsultasi dengan salah seorang ulama, dan dia melarangku untuk mengizinkan lelaki manapun tinggal serumah dengan kami sekalipun saudara kandungku sendiri,” ujarnya.
Kala itu, sang Syekh menyitir sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berbunyi,
“Saudara ipar adalah (pembawa) kematian.” Seorang suami sudah pasti ingin beristirahat dengan nyaman bersama istrinya di rumah. Namun hal ini tidak dapat dicapai jika Hamad tinggal di rumah kami.”
Khalid kembali diam sambil meminum teh yang dibuatnya.
“Aku sudah menjelaskan kepada ayah dan ibu perihal ini berkali-kali disertai dalil dan logika yang kuat, dan aku bersumpah kepada mereka demi Allah Yang Mahakuasa bahwa aku sangat mengharapkan kebaikan bagi saudaraku Hamad. Sayangnya, ayah dan ibu menuduhku sebagai orang yang sakit hati, mereka mengatakan bahwa tidak mungkin Hamad mengganggu istriku karena dia telah mengganggapnya seperti kakak kandung sendiri. Lebih parah lagi ayah mengancamku jika aku tidak menerima permintaaannya, maka ayah dan ibu tidak mau mengenaliku lagi sampai mereka meninggal dunia.”
Khalid kembali terdiam. Ia menjadi serba salah atas situasi ini.  “Menurutmu, apa solusi terbaik dari masalahku ini Saleh?”
“Aku tidak bermaksud mengajarimu atau pun mencampuri urusan keluargamu. Aku melihat dirimu adalah seorang paranoid dan skeptis; kalau tidak demikian, mengapa kamu menentang pendapat kedua orangtuamu? Lupakah kamu bahwa keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orangtua, dan kemurkaan Allah juga tergantung kepada kemurkaan kedua orangtua seperti yang disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam? Kenapa kamu berburuk sangka kepada saudaramu? Bukankah jika dia berada di rumah dapat membantu pekerjaanmu? Apakah kamu lupa dengan firman Allah Ta’ala yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.” (QS. Al-Hujuraat: 12). Katakan sejujurnya Khalid, “Apakah kamu percaya kepada istrimu dan saudaramu?”
“Aku percaya kepada istri dan saudaraku, tapi….”
“Tapi apa Khalid? Kamu ragu kepada mereka? Yakinlah bahwa saudaramu Hamad akan membantumu dan istrimu dalam keperluan rumah tangga, tidak mungkin dia mengganggu istrimu karena dia mengganggapnya sebagai kakak kandungnya. Sekarang aku tanya, jika Hamad telah menikah apakah kamu mau mengganggu istrinya? Tentu tidak bukan?
Buanglah semua was-was dan praduga terhadap saudaramu itu, karena was-was berasal dari setan yang terkutuk. Aku sarankan kamu menempatkan Hamad di kamar depan, kemudian kamu membuat pintu yang memisahkan kamarnya dengan ruangan belakang dan kamarmu, sehingga kamu tetap nyaman ketika beristirahat,” kata Saleh.
Tampaknya Khalid kalah argumentasi dengan Saleh, tak ada pilihan lain selain menerima saran rekannya itu. Beberapa hari kemudian, Khalid menjemput adiknya ke bandara dan membawanya ke rumah. Seperti yang disarankan Saleh, Hamad tidur di kamar depan.
Hari demi hari pun berlalu. Khalid, istrinya dan Hamad hidup bahagia tanpa banyak kendala yang mereka hadapi. Tak terasa sudah empat tahun Hamad tinggal bersama Khalid. Tak terasa pula Khalid telah berusia tiga puluh tahun dan telah dikaruniai tiga anak. Hamad pun hampir lulus kuliah. Khalid berjanji akan mencarikan pekerjaan yang cocok bagi adiknya dan tetap tinggal bersamanya di rumah sampai menikah dan pindah bersama istrinya ke rumah baru.
Cobaan Di Malam Hari
Suatu malam, ketika Khalid mengendarai mobilnya dalam perjalanan pulang, di salah satu jalan dia melihat samar-samar dua bayangan. Setelah mendekat ternyata ada seorang ibu tua dengan wanita muda yang tergeletak di tanah menjerit-jerit, sedangkan ibu itu berteriak minta tolong. Khalid pun menanyakan keadaan mereka berdua. Ternyata mereka mereka bukan penduduk kota ini dan baru tinggal satu minggu di sini. Wanita itu adalah putrinya yang ditinggal suami untuk keperluan pekerjaan di luar kota. Dia terlihat meringis kesakitan memegang perutnya karena rasa sakit melahirkan. Tangisan ibu tua dan jeritan wanita muda itu membuat Khalid kasihan kepada mereka. Tanpa pikir panjang, Khalid pun membawa keduanya ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar kepada wanita itu karena tidak mungkin melahirkan dengan normal.
Khalid tidak langsung meninggalkan rumah sakit sampai memastikan keadaan wanita muda itu dengan janin yang dikandungnya. Dia memutuskan untuk duduk di ruang tunggu dan meminta ibu tua itu untuk mengabarkan jika cucunya telah lahir. Setelah itu Khalid menelpon istrinya dan mengatakan bahwa dia terlambat pulang karena ada sedikit keperluan dan akan kembali segera.
Selang beberapa jam dia terbangun karena mendengar suara keras dari dokter dan dua orang polisi yang mendekatinya. Tak disangka ibu tua yang diantarnya ke rumah sakit itu mengacung-acungkan jari telunjuk ke arahnya sambil berteriak, “Itu orangnya, itu orangnya.”
Khalid terkejut dan heran. Dia langsung berdiri dan berjalan ke arah ibu itu sembari bertanya, “Apakah persalinan putri ibu berjalan lancar?”
Sebelum pertanyaannya dijawab, dua orang polisi mendekatinya dan bertanya, “Apakah anda yang bernama Khalid?”
“Ya” jawabnya.
“Kami minta waktu lima menit di ruangan direktur rumah sakit sekarang,” kata salah seorang polisi.
Meskipun keheranan masih meliputi dirinya, Khalid tetap mengikuti perintah polisi tersebut. Setelah semua orang masuk ruangan direktur rumah sakit, dan pintunya ditutup, tiba-tiba ibu tua itu menjerit sambil memukul wajahnya dan mengaca-acak rambutnya sendiri sambil mengatakan, “Inilah pelakunya pak polisi. Jangan biarkan penjahat ini berkeliaran. Oh, anakku, betapa malang nasibmu.”
Khalid masih bingung dan tidak mengerti apa yang tengah terjadi. Dia baru mengetahuinya ketika salah seorang petugas mengatakan.
“Menurut ibu ini, kamu telah memperkosa putrinya dan hamil di luar nikah. Ketika dia mengancam akan melaporkanmu ke pihak kepolisian, kamu pun berjanji untuk menikahinya. Namun setelah dia melahirkan kamu meletakkan anaknya di pintu sebuah masjid agar diambil oleh orang-orang baik dan dititipkan di panti sosial.”
Khalid terkejut mendengar ucapan petugas itu, pandangannya menjadi gelap, lidahnya kelu, dan akhirnya dia jatuh pingsan.
Tak lama kemudian Khalid pun sadar. Dia melihat dua orang petugas polisi bersamanya di dalam sebuah ruangan. Salah seorang petugas langsung menanyainya, “Khalid, tolong ceritakan perihal yang sebenarnya. Saya melihat Anda sebagai orang yang terhormat dan penampilan Anda menunjukkan bahwa diri Anda tidak pernah melakukan perbuatan keji yang dituduhkan ibu tua itu.”

“Wahai manusia, apakah ini balasan dari perbuatan baik? Aku orang bukan orang suci, tapi aku orang yang menjaga diri dari perzinaan. Aku telah menikah dan mempunyai tiga anak;  Sami, Saud dan Hanadi, dan aku tinggal di lingkungan yang terkenal bersih dari maksiat.”
Khalid tidak bisa mengendalikan dirinya. Tanpa disadari air mata mengalir deras membasahi pipinya. Setelah tenang, dia menceritakan kronologi pertemuannya dengan dua wanita itu sampai dia tertidur pulas di ruang tunggu rumah sakit. Setelah mendengarkan ceritanya, petugas itu berujar, “Bersabarlah Khalid, saya yakin Anda tidak bersalah, tetapi masalah ini harus diselesaikan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kita akan melakukan beberapa tes medis untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.”
“Fakta apa? Aku tidak bersalah dan tidak pernah melakukan perbuatan bejat itu. Mohon maaf kalau saya kasar, anjing saja mau tunduk kepada manusia yang berbuat baik kepadanya, namun banyak manusia yang tidak tahu terima kasih malah membalas kebaikan orang lain dengan kejahatan.”

Kebenaran Pun Terungkap
Keesokan harinya, Khalid datang ke rumah sakit untuk diambil sampel spermanya dan diperiksa di laboratorium guna memastikan keterlibatan Khalid dalam kejahatan yang dituduhkan ibu tua kepada dirinya. Sementara itu, Khalid dan petugas polisi duduk di ruangan lain. Khalid tidak putus-putusnya berdoa kepada Allah agar Dia mengungkapkan kebenaran sejelas-jelasnya.
Setelah hampir dua jam hasil pemeriksaan medis diberitahukan kepada Khalid dan dia dinyatakan bebas dari semua tuduhan. Demi mendengar hal tersebut Khalid pun bersujud syukur kepada Allah atas nikmat agung ini. Dia juga meminta meminta maaf kepada petugas polisi atas kata-kata kasar yang diucapkannya. Sementara itu, ibu tua dan putrinya dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sebelum meninggalkan rumah sakit, Khalid berpamitan kepada dokter spesialis yang melakukan pemeriksaan medis tersebut.
“Saya merasa mulia atas kedatangan Anda ke sini, tetapi ada satu hal yang ingin saya sampaikan dan saya minta waktu Anda beberapa menit saja.”
Awalnya dokter itu bingung harus bagaimana membicarakannya, namun dia memberanikan diri untuk angkat bicara.
“Tuan Khalid, melalui tes yang dilakukan, saya menduga bahwa Anda mengidap sebuah penyakit, tapi aku tidak terlalu yakin, jadi aku ingin melakukan tes medis lainnya kepada istri dan anak-anak Anda untuk menghilangkan keraguan ini. Apakah Anda bersedia?”
Rasa takut mulai menyelimuti Khalid, “Dokter, aku mohon katakan penyakit apa yang aku alami. Sungguh aku sangat rela dengan keputusan Allah, tapi yang penting bagiku adalah anak-anak. Aku siap berkorban apa saja untuk mereka,” kata Khalid sambil menangis tersedu-sedu. Dokter itu menenangkan dan menghibur hatinya, “Saya benar-benar tidak bisa mengatakannya kepada anda sekarang, bisa jadi kecurigaan saya itu salah. Tapi saya mohon Anda segera membawa istri dan anak Anda ke sini.”
Beberapa jam kemudian, Khalid membawa istri dan anak-anaknya ke rumah sakit untuk melakukan tes medis seperti yang dikatakan dokter. Setelah selesai, istri dan anak-anaknya diminta menunggu di mobil sedangkan Khalid kembali ke ruangan dokter. Baru saja berbicara dengan dokter, telepon genggam Khalid berdering. Dia menjawabnya, lalu berbicara beberapa menit, kemudian menutup teleponnya.
Sebelum melanjutkan pembicaraan, dokter bertanya; “Siapa yang baru saja menelepon Anda dan Anda suruh untuk mendobrak pintu rumah?”
“Oh, dia saudara, Hamad yang tinggal satu rumah dengan kami sekeluarga. Dia menghilangkan kuncinya, jadi terpaksa pintunya didobrak saja.”
“Sudah berapa lama dia tinggal bersama Anda?”
“Semenjak empat tahun yang lalu dan sekarang studinya sudah tahun terakhir.”
“Bisakah Anda membawanya ke sini untuk melakukan tes supaya dapat dipastikanapakah penyakit tersebut penyakit keturunan atau tidak?”
“Dengan senang hati kami akan datang besok pagi ke sini,” jawab Khalid.
Keesokan harinya, Khalid bersama saudaranya, Hamad pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes medis dan diagnosa penyakit. Dokter meminta Khalid datang seminggu lagi untuk mengetahui hasilnya.
Selama satu minggu menunggu hati Khalid tidak tenang dan dia susah tidur. Akhirnya, pada hari yang telah ditentukan, dia datang ke rumah sakit. Dokter menyambut dengan senang hati sambil menyuguhkan secangkir lemon untuk menenangkan hatinya. Dokter itu membuka pembicaraan dengan anjuran untuk bersikap sabar dalam menghadapi musibah dunia, dan semua hal yang berkaitan dengannya. Namun, Khalid sudah tidak sabar, dia memotong pembicaraan,
“Dokter, saya mohon jangan menakut-nakutiku seperti itu. Saya siap menanggung penyakit apapun karena semuanya adalah keputusan Allah, apa sebenarnya penyakitku dokter?” tanya Khalid harap-harap cemas.
Dokter menundukkan kepalanya sebentar, lalu berkata, “Dalam banyak kasus, kebenaran itu pahit dan menyakitkan, meski demikian ia harus diketahui dan dihadapi dengan lapang dada. Lari dari diri masalah tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan mengubah kenyataan.”
Dokter kembali diam beberapa saat, sementara jantung Khalid semakin berdegup kencang. Dokter itu lalu angkat bicara, “Khalid, Anda mandul dan tidak dapat mempunyai keturunan. Ketiga anak tersebut bukanlah anak anda, mereka adalah anak saudaramu, Hamad.”
Khalid tidak sanggup mendengar kabar mengejutkan ini. Dia menangis sejadi-jadinya sampai terdengar di seluruh ruangan rumah sakit, kemudian dia jatuh pingsan.
Setelah dua minggu mengalami koma, Khalid pun sadarkan diri. Dia divonis stroke dan mengalami lumpuh di separuh tubuhnya. Otaknya pun tidak dapat berfungsi dengan normal, dia gila karena shock yang begitu berat. Akhirnya, dia dipindahkan ke rumah sakit jiwa dan tinggal di sana untuk menghabiskan hari-harinya. Sementara itu, istrinya dibawa ke Mahkamah Syariah untuk diinterogasi dan diberlakukan hukum rajam padanya. Saudaranya, Hamad tengah berada di balik jeruji besi menunggu hukuman yang pantas untuknya. Adapun ketiga anaknya diserahkan ke panti asuhan dan hidup bersama anak pungut dan anak yatim di kotanya.
Sungguh benar apa yang disabdakan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Saudara ipar adalah (pembawa) kematian.” Itulah sunnatullah (ketentuan Allah), “Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.” (QS. Faathir: 43)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu Anhu, disebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Hindarkanlah diri kalian untuk menemui wanita!” Lalu ada seorang lelaki dari kaum Anshar bertanya, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang saudara ipar?” Beliau bersabda, “Saudara ipar adalah (pembawa) kematian.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi)
Ath-Thabari menafsirkan, “Maksudnya adalah perbuatan seorang lelaki yang berduaan dengan istri saudaranya sama dengan sesuatu yang menyebabkan kematian; sebab orang-orang Arab menyerupakan sesuatu yang ditakuti dengan kematian.”
Ibnul Arabi berpendapat, “Kata ‘kematian’ adalah kata yang biasa diungkapkan oleh orang-orang arab seperti ‘Singa pembawa kematian’ artinya jika seseorang bertemu dengan singa maka bisa membuatnya mati dimakan singa.” Al-Qurtubi menambahkan, “Jika seorang lelaki berduaan dengan istri saudaranya maka hal itu dapat menyebabkan ‘kematian’ agama bagi istri saudaranya, bisa jadi dia ditalak suaminya, atau bahkan dirajam jika melakukan perzinaan.”
Kisah ini disarikan dari kumpulan kisah nyata dalam kitab "Qashash Mu`ats-tsirah Lisy-Syabab" karya Ahmad Salim Baduwailan. Diterjemah oleh Yum Roni Askosendra.